Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Resmikan PLTP Sarulla pada Mei

Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan beroperasinya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla pada Mei 2017.

Bisnis.com, TARUTUNG--Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan beroperasinya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla pada Mei 2017.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan Presiden Joko Widodo mendorong pengembangan tenaga panas bumi untuk sektor ketenagalistrikan. Oleh karena itu, direncanakan pada Mei 2017 proyek PLTP Sarulla Unit I dengan kapasitas mengalirkan listrik 110 mega watt (MW) bisa diresmikan presiden kendati telah beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) di 18 Maret 2017.

"Presiden kan sangat dorong penggunaan panas bumi. Jadi beliau dorong penggunaan panas bumi untuk pembangkit listrik," ujarnya usai melakukan kunjungan ke PLTP Sarulla Unit I di Tarutung, Sumatera Utara, Jumat (31/3/2017).

Agenda kunjungan ke PLTP Sarulla Unit I dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agus Hermanto, Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional, Tbk Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Power Indonesia Fazil Erwin Alfitri, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi Irfan Zainuddin dan Direktur Bisnis Regional PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Amir Rosyidin.

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional, Tbk, Hilmi Panigoro mengatakan Unit I sudah beroperasi dengan kapasitas 110 mega watt (MW). Nantinya, menyusul pengoperasian Unit II dan Unit III yakni pada September 2017 dan Mei 2018.

Totalnya, kapasitas listrik yang dihasilkan dari PLTP Sarulla sebesar 3x110 MW atau 330 MW. Adapun, Sarulla memiliki potensi pengembangan hingga 1.000 MW berdasarkan data pada 2006 ketika Medco memenangkan lelang.

"Yang sudah ada sekarang itu 330 MW. September dan Mei. Kalau potensi itu 1.000 MW. Kita pernah studi setelah kita masuk kesini di 2006, di sana ditemukan potensi hingga 1.000 MW," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Rustam Agus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper