Bulog diminta Untuk Gunakan Strategi Serap Gabah di Jabar

Ketua Upsus Sergap Wilayah Jabar Banun Harpini meminta Bulog memainkan strategi dalam penyerapan gabah petani di Jawa Barat. Sebab, menurutnya, harga gabah di Jabar sangat spesifik.
Azizah Nur Alfi | 27 Maret 2017 07:50 WIB
Petani membersihkan gabah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Upsus Sergap Wilayah Jabar Banun Harpini meminta Bulog memainkan strategi dalam penyerapan gabah petani di Jawa Barat. Sebab, menurutnya, harga gabah di Jabar sangat spesifik.

Ketika harga gabah di beberapa daerah jatuh, kondisi serupa tak dialami petani Jabar. Begitu pula, kualitas gabah di Jawa Barat yang lebih baik dari beberapa daerah lain, yakni kadar air 21%, berakibat pada tingginya harga GKP.

Tanpa ada strategi, imbuhnya, maka Bulog Jabar tidak dapat berkompetisi dengan harga pasar. Strategi tersebut diantaranya dengan memperhitungkan waktu serapan gabah untuk beras komersial dan beras untuk pelayanan publik (public service obligation/PSO). Maka, Bulog didorong menggunakan harga pasar untuk gabah Jabar dengan kualitas yang baik.

"Kami selalu menekankan agar Bulog memainkan strateginya, kapan masuk dengan harga komersial dan kapan masuk dengan ketentuan pemerintah. Kami selalu mengajak Bulog untuk berani menggunakan harga komersial, karena kualitas gabah Jabar memang baik dibandingkan yang lain," imbuhnya.

Realisasi serapan setara beras oleh Bulog pada Januari - 24 Maret 2017 menunjukkan Jatim tertinggi dengan serapan 129.693 ton, disusul Sulselbar 76.456 ton, Jateng 72.878 ton, dan Jabar 61.256 ton. Sementara wilayah lainnya masih di bawah 5.000 ton.

Banun menyampaikan serapan gabah di Jabar naik dibanding tahun lalu yang hanya 37.523 ton. Pada April nanti, luas panen akan bertambah lebih dari 280.000 ha dengan produktivitas 6,1 ton per ha.

Tag : pertanian
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top