Mitra Bulog Terkendala Gudang Penyimpanan

Mitra Bulog menghadapi sejumlah kendala dalam program Serapan Gabah petani (Sergap) yang dicanangkan awal Maret kemarin, diantaranya terbatasnya kapasitas gudang penyimpanan.
Azizah Nur Alfi | 27 Maret 2017 06:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Mitra Bulog menghadapi sejumlah kendala dalam program Serapan Gabah petani (Sergap) yang dicanangkan awal Maret kemarin, diantaranya terbatasnya kapasitas gudang penyimpanan.

Mitra Bulog Subdivisi Regional V Kedu Subhan menyampaikan terbatasnya kapasita gudang penyimpanan di wilayah kerjanya menjadi salah satu faktor rendahnya serapan gabah petani di Jawa Tengah. Karena kondisi tersebut, dia harus mendistribusikan rata-rata 200 ton - 300 ton beras ke gudang penyimpanan Bulog wilayah Jawa Timur.

Kapasitas gudang makin minim karena hingga hari ini raskin belum juga terdistribusikan. Persoalan lain yang dihadapi para mitra Bulog yakni hama padi yang lebih banyak di tahun ini, sehingga petani yang menanam padi berkurang.

"Gudang kecil, tidak bisa masuk sama sekali," keluhnya kepada Mentan Amran Sulaiman dalam kegiatan akselerasi serap gabah petani oleh mitra Bulog di Jakarta, Minggu (26/3).

Selain itu, Mitra Bulog Subdivre Subang, Jawa Barat, Rahmadi menyampaikan pada awal masa panen harga gabah kering panen mencapai Rp4.200 per kg, yang sekarang tembus Rp4.600 per kg. Harga ini lebih tinggi dari HPP yang diatur Pementan No. 3 Tahun 2017 yakni Rp3.700 per kg GKP. Sementara, HPP beras yang ditetapkan sebesar Rp 7.300 per kg di gudang Bulog. Dia berharap agar Bulog dapat menaikkan HPP tersebut kepada mitra. Jika tidak, maka para mitra Bulog berpotensi merugi.

"Kami terkendala dengan harga itu. Petani bersyukur dengan harga tinggi, tetapi kami minta solusi," katanya.

Meski demikian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan kepada Bulog agar memutus kontrak mitra Bulog yang tak mampu melakukan realisasi serapan gabah sesuai dengan ketentuan.

Direktur Pengadaan Bulog Tri Wahyudi Saleh menyampaikan pada tahun lalu Bulog melakukan sewa gudang berkapasitas 400.000 ton. Sehingga, pada tahun ini tidak ada masalah gudang penyimpanan. Dia memprediksi jika volume raskin sebesar 250 ribu ton per bulan telah keluar dari gudang, maka tidak ada masalah pada kapasitas gudang.

Tag : pertanian
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top