Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pusat Perlu Ambil Alih Penataan Transportasi di Daerah

Pemerintah pusat perlu mengambil alih pengelolaan transportasi publik, untuk menata dan memastikan pengelolaannya dan pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik di daerah.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 27 Maret 2017  |  10:04 WIB
Demo sopir taksi dan angkutan umum menolak Uber dan Grab - Antara/Yossy Widya
Demo sopir taksi dan angkutan umum menolak Uber dan Grab - Antara/Yossy Widya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah pusat perlu mengambil alih pengelolaan transportasi publik, untuk menata dan memastikan pengelolaannya dan pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik di daerah.

Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Forum Masyarakat Transportasi Indonesia, mengatakan pelayanan transportasi publik di dalam negeri masih jauh dari harapan. Padahal, sudah lebih dari 20 kota yang telah menerapkan bus system transit (BST).

“Memang sudah lebih dari 20 kota yang menerapkan BST, tetapi kualitas layanannya masih jauh dari harapan. Hal itu dapat dilihat dari pangsa pasar transportasi publik berbasis BST itu yang masih 5%, sedangkan targetnya adalah 32%,” katanya, Senin (27/3).

Djoko menuturkan pemerintah pusat perlu mengeluarkan Peraturan Presiden yang mengatur penataan transportasi umum, dengan mengambil alih pengelolaannya melalui Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, pengelolaan transportasi publik nantinya dapat dikembalikan ke pemerintah daerah setelah penataannya berjalan baik. Hal itu serupa dengan pengambilalihan terminal tipe A dan jembatan timbang melalui UU No. 23/2014, yang diprediksi hasilnya akan lebih baik dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

“Karut marut kondisi transportasi saat ini disebabkan memburuknya pelayanan transportasi di perkotaan. Dengan penataan yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan transportasi publik dengan lebih murah dan bersaing,” ujarnya.

Selain itu, Djoko juga menyebut selain Jakarta, Surakarta, dan Pekanbaru, pembenahan transportasi umum masih terkesan setengah hati. Umumnya, kepala daerah memandang pembenahan sektor transportasi tidak semenarik membangun infrastruktur fisik.

Pasalnya, penggunaan kendaraan pribadi di perkotaan cenderung meningkat, dan bertambahnya waktu tempuh perjalanan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi online
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top