Akhirnya, World Bank Setujui Pendanaan IIF US$200 juta

Badan Direksi Eksekutif World Bank telah menyetujui pendanaan sebesar US$200 juta untuk mendukung investasi infrastruktur oleh sektor swasta di Indonesia.
Hadijah Alaydrus | 26 Maret 2017 12:26 WIB
Karyawati beraktivitas di dekat logo Bank Dunia di Jakarta, Rabu (1/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Direksi Eksekutif World Bank telah menyetujui pendanaan sebesar US$200 juta untuk mendukung investasi infrastruktur oleh sektor swasta di Indonesia.

Pendanaan ini akan mendukung institusi swasta non-bank, PT. Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

World Bank dan the International Finance Corporation (IFC) sebelumnya pernah mendanai PT IIF yang memfasilitasi pembiayaan bagi proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial di Indonesia.

Rodrigo A. Chaves, Kepala Perwakilan World Bank di Indonesia, mengatakan ada kebutuhan besar melakukan investasi untuk infrastruktur dan penduduk Indonesia, seiring perjalanannya menjadi negara berpenghasilan tinggi yang sejahtera.
"Infrastruktur yang lebih baik meningkatkan daya saing barang dan jasa, juga memperluas akses layanan dasar yang akan membawa manfaat bagi masyarakat termiskin,” katanya dalam siaran pers, Jumat (24/3/2017).

Berdasarkan data World Bank, Indonesia menghadapi kekurangan pendanaan infrastruktur sekitar $60 milyar per tahun.

Akibatnya, negara mengalami kerugian setara lebih dari 1% PDB akibat kurangnya investasi infrastruktur.

Infrastruktur yang terbatas, juga logistik dan transportasi yang kurang baik, telah mengakibatkan kemacetan di jalan, keterbatasan energi, dan pertumbuhan usaha yang lebih lambat.
Selain itu, buruknya kualitas layanan air dan sanitasi juga mengakibatkan masalah kesehatan.

World Bank berkeyakinan pendanaan tambahan akan membantu PT IIF mendanai proyek infrastruktur yang lebih besar dengan jangka waktu yang lebih panjang, serta meningkatkan operasional ekuitas perusahaan tersebut.

Christopher Juan Costain, Lead Financial Sector Specialist World Bank, menilai pasar infrastruktur Indonesia perlu modal jangka panjang yang berkelanjutan – khususnya pinjaman jangka panjang dalam Rupiah – untuk memastikan agar proyek-proyek infrastruktur bisa bertahan secara finansial.

"Semakin diakui bahwa pendanaan pemerintah saja tidak akan cukup untuk membiayai kekurangan infrastruktur,” ungkapnya.

Pada 2009, World Bank memberikan pendanaan sebesar $100 juta kepada PT IIF.

Dana tersebut telah dipakai untuk mengembangkan 18 proyek di sektor transportasi, listrik, energi terbarukan, dan telekomunikasi.

Adi Soerono, President Director dan CEO PT IIF, menuturkan pendanaan tambahan ini akan mendukung visi jangka panjang kami untuk menjadi katalis utama pendanaan pengembangan infrastruktur di Indonesia, khususnya oleh sektor swasta.

"Partisipasi sektor swasta yang lebih kuat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek infrastruktur yang sangat besar di Indonesia,” tambahnya.

Dukungan investasi infrastruktur merupakan salah satu komponen utama Kerangka Kerja kemitraan Negara Kelompok World Bank di Indonesia, yang berfokus terhadap prioritas-prioritas pemerintah yang membawa dampak perubahan besar.

Tag : infrastruktur, world bank
Editor : Hadijah Alaydrus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top