Siap Serap Jagung Petani, Bulog Bangun Badan Usaha Bersama

Badan Urusan Logistik (Bulog) bertekad bakal terus mengoptimalkan penyerapan komoditas jagung yang telah dipanen di berbagai daerah dan telah menyiapkan dana guna membangun infrastruktur untuk hal tersebut.
Newswire | 22 Maret 2017 17:30 WIB
Petani memanen jagung. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA -  Badan Urusan Logistik (Bulog) bertekad bakal terus mengoptimalkan penyerapan komoditas jagung yang telah dipanen di berbagai daerah dan telah menyiapkan dana guna membangun infrastruktur untuk hal tersebut.

"Bulog dengan Kementerian Desa sedang mempersiapkan badan usaha bersama untuk mempersiapkan penyerapan," kata Direktur Pengadaan Bulog Tri Wahyudi Saleh setelah Rapat Terpadu Pasca Panen Jagung di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Untuk itu, ujar dia, pihaknya juga berencana terkait membangun sejumlah silo (tempat penampungan) dan "dryer" (mesin pengering) yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan jagung pascapanen di beberapa daerah.

Apalagi, Tri Wahyudi Saleh mengingatkan bahwa Bulog juga telah memperoleh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp2 triliun pada 2017 yang bakal digunakan antara lain untuk membenahi infrastruktur pascapanen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot Sumardjo Irianto juga menyatakan, pihaknya meminta Bulog mengoptimalkan penyerapan jagung antara lain guna menjaga harga jagung stabil.

Apalagi, ujar Dirjen Tanaman Pangan Kementan, pemerintah telah memutuskan untuk tidak ada impor komoditas jagung pada 2017.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengatakan, rapat terpadu di Kementan adalah untuk membahas mengenai koordinasi dalam rangka menangani jagung pascapanen.

Hal yang dibahas, menurut Desianto, antara lain untuk memetakan di mana silo yang terbaru bakal dibangun serta terkait pula dengan pemutakhiran data sentra produksi jagung di sejumlah daerah.

Salah satu solusi yang perlu dilakukan dalam pengelolaan pascapanen, ujar Ketua Umum GPMT, adalah dengan mengadakan dan mengembangkan sarana yang penting seperti dryer.

Apalagi, sejumlah industri pakan ternak juga telah membangun infrastruktur silo di beberapa lokasi setelah pemerintah berniat untuk tidak lagi mengimpor komoditas jagung tahun ini.

Sebelumnya, sejumlah daerah juga telah diminta Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman dalam rangka terus meningkatkan produksi jagung mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jagung, perum bulog

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top