Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penurunan Harga Gas Industri di Sumut Molor

Rencana penurunan harga gas untuk industri di Sumatra Utara pada 1 Maret 2017 menjadi US$9,95 per MMBTU molor.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 06 Maret 2017  |  14:50 WIB

Bisnis.com, MEDAN—Rencana penurunan harga gas untuk industri di Sumatra Utara pada 1 Maret 2017 menjadi US$9,95 per MMBTU molor.

Asosiasi Pengusaha Pemakai Gas (Apigas) Sumut mencatat hingga Senin (6/3/2017) belum ada realisasi penurunan harga tersebut.

Ketua Apigas Sumut Johan Brien meminta pemerintah tak lagi mengulur penurunan harga gas. Adapun, hal tersebut sudah melanggar Perpres No.40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

“Seharusnya kalau merujuk perpres itu saja, penurunan harus sudah dilakukan sejak 1 Januari 2016. Kalau memang mau mengulur ya cabut saja dulu perpres itu. Kami butuh kepastian kapan harga gas benar-benar turun,” papar Johan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Apindo Sumut, Senin (6/3/2017).

Lebih lanjut, Johan mengemukakan, saat ini bahkan skema perjanjian jual beli gas (PJBG) juga belum diperbarui.

“Kami berharap pemerintah segera [menurunkan] lah. Solusinya harus konkret. Bagaimana mau berdaya saing industri di Sumut ini? Selama ini kebijakan hanya ada di atas kertas, tidak menyentuh akar permasalahan,” pungkas Johan.

Sebelumnya, rencana penurunan harga tersebut terjadi pasca Kementerian ESDM merilis Keputusan Menteri No.434 K/12/MEM/2017 pada 13 Februari 2017 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri di Medan dan sekitarnya.

Dalam keputusan tersebut, has gas hulu ditekan, yakni dari PT Pertamina dan afiliasinya dengan produdsen Pertamina Hulu Energi Blok NSO dari US$7,85 per MMBTU menjadi US$6,95 per MMBTU plus 1% ICP. Volume gas dijual yakni 4,7 BBTUD.

Selain itu, dari PGN dengan produsen Pertamina EP menjadi US$6,82 per MMBTU plus 1% ICP dari harga US$8,24 per MMBTU. Volumenya mencapai 4,8 BBTUD. Terakhir PGN dari produsen Triangle Pase Inc menjadi US$6,95 per MMBTU plus 1% ICP dari US$7,85 per MMBTU. Volumenya 3 BBUTD.

Untuk penyaluran gas melalui pipa, tarif Pertamina dengan produsen PHE NSO ruas transmisi Arun-Belawan menjadi US$1,88 per MSCF dari US$2,78 per MSCF. Selain itu, tarif Pertamina EP ruas transmisi Pangkalan Susu-Wampu juga diturunkan menjadi US$0,8 per MSCF dari US$0,92 per MSCF. Pun, tarif PGN dengan produsen Triangle Pase Inc ruas transmisi Arun-Belawan menjadi US$1,88 per MSCF.

Sementara itu, biaya distribusi PGN diturunkan menjadi US$0,9 per m3 dari US$1,35 per m3. Keputusan ini berlaku surut sejak 1 Februari 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri Harga Gas
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top