Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkop & UKM Evaluasi Tiga Koperasi Untuk Salurkan KUR

Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengevaluasi tiga koperasi untuk menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR).
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 18 Januari 2017  |  05:28 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengevaluasi tiga koperasi untuk menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR).

Pada 2017, terdapat 38 lembaga penyalur KUR yakni dari perbankan dan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) di mana koperasi termasuk di dalamnya.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan platfon KUR 2017 direncanakan sebesar Rp106, 4 triliun dan diharapkan bisa menyentuh angka Rp110 triliun sesuai dengan rapat komite kebijakan yang dijadwalkan akan berlangsung pada minggu depan. Dia menjelaskan untuk Koperasi Jasa yang merupakan satu-satunya koperasi penyalur KUR mendapat platfon alokasi penyaluran KUR sebesar Rp50 miliar.

Menurutnya saat ini terdapat 32 koperasi yang sedang dievaluasi untuk menjadi penyalur KUR. Dari jumlah itu terdapat tiga koperasi yang siap diajukan untuk menjadi penyalur KUR.

"Sudah ada tiga yang kita evaluasi dan siap kita ajukan, seperti Koperasi Obor Mas (NTT), Kopdit Keling Kumang (Kalbar). Bahkan, untuk memperbanyak penyaluran KUR di sektor pertanian, Kemenkop akan mendorong KUD-KUD yang sehat dan berjalan bagus bisa menjadi kunci dalam menyalurkan KUR. Dari 32 koperasi tersebut, dua diantaranya berbentuk KUD," ujarnya dalam keteragan resmi, Selasa (17/1/2017).

Braman menututkan penyaluran KUR pada 2017 diharapkan lebih banyak pada sektor produktif seperti pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan perkebunan. Pada 2016, ujarnya, realisasi KUR masih didominasi oleh sektor perdagangan 66%, pertanian 17%, industri pengolahan 4%, perikanan 1,5%, jasa 10,5%, dan sektor penempatan TKI 0,2%.

Braman tidak menampik jika bagi perbankan, sektor pertanian merupakan kredit dengan risiko tinggi (hig risk). Beberapa risiko kredit bidang pertanian antara lain gagal panen, serangan hama, kondisi cuaca tidak mendukung, dan lainnya.

"Ada wacana di Komite Kebijakan akan menerapkan sistem asuransi untuk KUR pertanian. Makanya, kita akan terus mendorong KUD yang sehat menjadi penyalur KUR, karena KUD yang bisa menyalurkan langsung ke kelompok Tani. Harapan saya, minimal ada satu koperasi untuk satu provinsi untuk menyalurkan KUR, khususnya untuk sektor pertanian," tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur kementerian koperasi dan ukm
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top