Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR BIMA: Kementerian PUPR Tangani Masalah Sampah

Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mengklaim telah menyelesaikan pembersihan sampah yang menumpuk di 15 sungai yang melewati Kota Bima dan kabupaten Bima akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 14 Januari 2017  |  00:22 WIB
BANJIR BIMA: Kementerian PUPR Tangani Masalah Sampah
Petugas dinas PU bersama warga bergotong-royong membersihkan sampah yang menumpuk di kolong jembatan Raba Salo, Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (26/12). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengklaim telah menyelesaikan pembersihan sampah yang menumpuk di 15 sungai yang melewati Kota Bima dan kabupaten Bima akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Beberapa sungai yang telah bersih yakni Sungai Melayu, Padolo, Salo, dan Jatiwangi. "Pembersihan sungai di Bima sudah selesai. Penanganan dilanjutkan dengan normalisasi sungai, pemasangan bronjong, dan pasangan batu. Prioritas pada lokasi sungai yang melewati permukiman dan persawahan. Saat ini penanganan tengah dilakukan di Sungai Padolo sepanjang 3 km,” kata Kepala BWS NT 1 Asdin Juliady, melalui keterangan resmi, Jumat (13/1/2017).

Sebelumnya Asdin mengatakan bahwa sampah menjadi salah satu penyebab air sungai meluap ke kota tersebut. Sampah menghambat laju air terutama banyak yang tersangkut di jembatan-jembatan.

Pembersihan dilakukan dengan menggunakan excavator amphibi dan saat ini aliran sungai sudah lancar kembali. Dengan kondisi curah hujan yang masih tinggi, lancarnya aliran sungai diharapan dapat menghindarkan terjadinya ancaman banjir.

Dalam melakukan normalisasi sungai, tambah Asdin, kendala yang dihadapi yakni keberadaan rumah yang berada di bantaran sungai yang terkena pekerjaan normalisasi. Untuk itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah untuk penyelesaiannya.

Sementara itu, terkait dengan suplai air bersih kepada para pengungsi, hidran umum (HU) milik Kementerian PUPR yang terpasang sebanyak 38 Unit yang tersebar pada 16 Kelurahan.

Pengisian air bersih dilakukan oleh 5 mobil tangki air sebanyak 21 Rit untuk mengisi HU PUPR. Mobil tangki air juga melakukan pengisian pada HU milik instansi lain dan secara langsung kepada masyarakat yang menggunakan ember, tabung galon, jerigen dan lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur banjir Kota Bima
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top