Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Lebaran, Malang Tambah Lahan Cabai Rawit 1.300 Ha

Kabupaten Malang, Jawa Timur, akan menambah luasan tanaman cabai rawit seluas 1.300 hektare untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pada saat Ramadan dan Lebaran.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 12 Januari 2017  |  18:45 WIB
Antisipasi Lebaran, Malang Tambah Lahan Cabai Rawit 1.300 Ha
Cabai rawit - ILustrasi

Bisnis.com, MALANG - Kabupaten Malang, Jawa Timur, akan menambah luasan tanaman cabai rawit seluas 1.300 hektare untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pada saat Ramadan dan Lebaran.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Malang M. Nasri Abdul Wahid mengatakan kebutuhan cabai saat Ramadan dan Lebaran biasanya cukup banyak.

“Agar kondisi jangan sampai terjadi seperti saat ini, maka luasan tanaman cabai perlu ditambah,” ujarnya di Malang, Kamis (12/1/2017).

Lahan di Kab. Malang yang siap ditanami cabai seluas 1.300 hektare. Dengan ditanam sekarang, maka diharapkan pada empat bulan sudah memasuki panen.

Dengan begitu maka panen cabai yang ditanam pada Januari-Februari bisa memenuhi kebutuhan konsumsi untuk Ramadan dan Lebaran pada Juni 2017.

Untuk memberikan insentif bagi petani menanam cabai, kata dia, pemerintah memberikan bantuan bibit, pupuk, dan alat dan mesin pertanian, serta traktor untuk mengolah tanah.

Dengan tambahan luasan tanaman cabai seluas 1.300 hektare, maka luasan tanaman komoditas tersebut mencapai 4.200 hektare.

Di Kab. Malang, luasan panen sepanjang 2016 mencapai 2.900 hektare. Namun per bulannya di kisaran 100 hektare-200 hektare dengan produktivitas 10 ton-15 ton/hektare.

Dengan produksi sebesar itu, maka sebenarnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Malang dan sekitarnya. Hal itu jika mengacu pada kebutuhan per kapita yang mencapai 1,3 kg/tahun/kapita. “Artinya kalau direrata, kebutuhan cabai per orang per hari hanya mencapai 3 biji. Kan tidak banyak,” ujarnya.

Karena itulah, dia mengklaim, masalah naiknya harga cabai tidak sepenuhnya terkait dari sisi produksi atau pasokan, melainkan justru di sisi rantai distribusinya.

Dengan demikian, cabai asal Malang nanti akan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi luar Malang. Komoditas bahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat luar Pulau Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lahan cabai rawit
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top