Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemulihan Kota Bima Pascabanjir Bandang Diklaim Sudah 90%

Pemulihan wilayah Bima dan sekitarnya pasca diterjang banjir bandang akhir Desember lalu telah mencapai 90%.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 10 Januari 2017  |  18:01 WIB
Pemulihan Kota Bima Pascabanjir Bandang Diklaim Sudah 90%
Banjir bandang Bima pada Rabu (21/12/2016) juga menyebabkan jalan dan jembatan putus. - Antara

Bisnis.com, MATARAM - Pemulihan wilayah Bima dan sekitarnya seusai diterjang banjir bandang pada akhir Desember lalu telah mencapai 90%.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB Muhammad Rum mengatakan priorotas pemulihan adalah perbaikan drainase kota, pembuatan normalisasi sungai, penguatan tebing sungai, serta reboisasasi soal hutan hulu sungai yang rusak.

"Persentase pemulihan sudah 90%. Saya pikir tiga sampai empat hari ke depan selesai, kita beharap tidak ada lagi penambahan perpanjangan tanggap darurat," ujar Rum saat ditemui media di kantor Pemerintah Provinsi NTB, Mataram, Selasa (10/1/2016).

Rum menambahkan ada dua kelurahan yang agak susah untuk dilakukan pemulihan. Kelurahan pertama adalah Kelurahan Dara karena posisinya lebih rendah sehingga lebih susah untuk dilakukan pembersihan. Selain itu Kelurahan Panaraga, karena alat berat untuk pembersihan agak sulit untuk masuk.

"Tanggap darurat tidak ada batasan anggaran, silakan saja digunakan nanti akan direimburse oleh BNPB. Anggaran sudah ada di negara on call Rp2 triliun," ujar Rum.

Berdasarkan hasil rapat tim penanganan banjir Kota Bima, masa tanggap darurat diperpanjang hingga 19 Januari 2017. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk mempermudah kegiatan pembersihan serta penanganan permasalahan pengungsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Kota Bima
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top