2 Tahun Lagi, PLN Janji Seluruh Desa di Jambi Teraliri Listrik

PLN Area Jambi menargetkan di 2018 seluruh desa di Jambi sudah teraliri jaringan listrik.
Kaspul Anwar
Kaspul Anwar - Bisnis.com 05 Januari 2017  |  19:23 WIB
2 Tahun Lagi, PLN Janji Seluruh Desa di Jambi Teraliri Listrik
Ilustrasi perawatan jaringan listrik PLN - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAMBI - PLN Area Jambi menargetkan pada 2018 seluruh desa di Jambi sudah teraliri jaringan listrik.

Manager PLN Area Jambi Joni mengatakan dari 120 desa yang belum teraliri jaringan listrik, 24 di antaranya sudah dituntaskan pada 2016.

“Pada 2017 ini sudah dianggarkan untuk 35 Desa. Namun, kita PLN Area Jambi dan Bungo justru punya planning pada 2017 mengaliri 55 desa dan sisanya akan kita tuntaskan di 2018,” kata Joni kepada Bisnis, (5/1/2017).

Menurut Joni, dari 3 provinsi yang tergabung di S2JB Sumbagsel, pembangunan jaringan listrik pedesaan di Jambi tergolong pesat. Dicontohkan nya di PLN Area Bengkulu sepanjang 2016 hanya 5 desa, di Sumsel lahat tidak sampai 20 desa.

“Jadi dari sisi pembangunan, kita tergolong pesat dibandingkan daerah S2JB lainnya di wilayah Sumbagsel,” kata Joni.

Untuk transmisi dan Gardu Induk (GI), PLN Area Jambi kata Joni di 2017 ini akan mengoperasikan 3 GI yaitu GI Kerinci-Sungai Penuh di Januari 2017, GI Tebo akhir Januari 2017, dan GI Sarolangun di Juni 2017 mendatang. Joni meyakini jika ketiga GI itu beroperasi, pertumbuhan dan penyerapan listrik di Jambi akan lebih tinggi.

“Kapasitas lisrtik di Jambi ini di kisaran 620-640 MW, sedangkan beban puncak Jambi hanya berkisar 300-320 MW. Namun, karena transmisi dan GI kita terbatas, penyebaran listrik ini justru tidak sampai ke daerah. Jika sampai pun, kualitasnya tidak kuat menyuplai kebutuhan listrik masyarakat”

Terbatasnya GI di Jambi ini membuat PLN harus membuat siasat. PLN, menurutnya, bahkan harus mematikan pembangkit listrik di Selincah, jika pembangkit wilayah V Sumsel beroperasi.

“Jambi itu kelebihan suply energi. Bayangkan, jika Sumsel V beroperasi, pembangkit kita di Selincah harus off, karena kelebihan supply. Kalau GI di daerah beroperasi, saya yakin serapan listrik ini akan sampai ke masyarakat dengan optimal,”

Joni menjelaskan ada 3 sebab yang menyebabkan terhambatnya pembangunan GI di Jambi, di antaranya pembebasan lahan dan biaya tanam tumbuh yang sering ditolak masyarakat.

Selain itu, masalah jalan juga menjadi kendala PLN untuk memobilisasi peralatan, karena di sejumlah daerah di Jambi masih berjembatan kayu. Hambatan lainnya karena sejumlah daerah sudah punya listrik mandiri seperti PLTS yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Hasilnya, PLN mengambil pertimbangan untuk menunda.

Namun demikian, dia optimistis pada 2018, GI di sejumlah wilayah di Jambi sudah beroperasi sesuai dengan program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah pusat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, jambi

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top