Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Nasional Siap Layani Rute Muara Angke-Kepulauan Seribu

Operator kapal penumpang nasional, PT Pelayaran Nasional Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), siap menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan untuk memberikan pelayanan angkutan laut dari Pelabuhan Rakyat Muara Angke menuju Kepulauan Seribu, Jakarta.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 04 Januari 2017  |  04:27 WIB
Operator Nasional Siap Layani Rute Muara Angke-Kepulauan Seribu
Sejumlah personel Badan SAR Nasional mencari korban KM Zahro Express yang terbakar, di perairan Teluk Jakarta, Senin (2/1/2017). - Antara

Bisnis.com,JAKARTA - Operator kapal penumpang nasional, PT Pelayaran Nasional Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), siap menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan untuk memberikan pelayanan angkutan laut dari Pelabuhan Rakyat Muara Angke menuju Kepulauan Seribu, Jakarta.

Arahan Menteri Perhubungan muncul setelah peristiwa terbakarnya kapal KM. Zahro Express yang menewaskan 23 penumpang pada 1 Januari 2017.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan pengarahan khusus dari Menteri Perhubungan. Namun, dia menegaskan perusahaan siap untuk turun andil sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan.

"Prinsipnya kita siap kalau diperintahkan Kementerian Perhubungan, karena dulu kita pernah beroperasi di Kepulauan Seribu," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (3/1/2017).

Terkait dengan armada, dia mengatakan ASDP harus mengkaji lebih lanjut rute yang akan dilayani. Dia berjanji jika Kementerian Perhubungan sudah memberikan penugasan resmi, ASDP akan menginformasikannya kepada khalayak umum.

Sementara itu, Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Akhmad Sujadi mengatakan perusahaan telah mengirimkan tim untuk memeriksa persiapan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

Dia menambahkan tim yang dikirim perusahaan berasal dari Divisi Nautika dan Divisi Operasi. Selain Pelabuhan Kali Adem, tim juga akan menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu yang menjadi pelabuhan tujuan.

Di dua tempat itu, lanjut Sujadi, tim akan memeriksa kelayakan dermaga, kedalaman air laut dan posisi alur pelayaran. Selain itu tim juga akan melihat kondisi terminal penumpang serta kesediaan rambu-rambu di pelabuhan dan alur masuk kapal di kedua pelabuhan tersebut.

“Alur masuk dan kedalaman air laut sangat krusial bagi keamanan pelayaran, hal yang menjadi prioritas kami dalam melayani penumpang. Sementara kondisi terminal penumpang beserta fasilitasnya akan menentukan kenyamanan penumpang. Kami tentu berharap masyarakat yang hendak berwisata ke Kepulauan Seribu mendapatkan pelayanan prima," paparnya dalam pesan singkat.

Sejak 2016, Pelni sebenarnya telah mengoperasikkan KM. Sanus 46 sebagai angkutan penumpang bagi warga Kepulauan Seribu menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Rute KM. Sanus 46 a.l. Sunda Kelapa (sebagai pelabuhan pangkal) – Pulau Untung Jawa – Pulau Pramuka – Pulau Tidung – Pulau Kelapa (pergi pulang/pp).

Rute ini termasuk ke dalam rute kapal perintis yang disubsidi oleh Kementerian Perhubungan. Saat mengunjungi korban selamat di RSPAD Gatot Subroto, Senin (2/1), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pihaknya ingin agar Pelni segera masuk melayani rute Muara Angke ke Kepulauan Seribu dalam kurun waktu tiga hari.

"Saya minta PT Pelni untuk mensubstitusi kekurangan-kekurangan (pelayanan penyeberangan) ini, saya sudah berkoordinasi dengan PLT Gubernur DKI Jakarta,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayaran pelni asdp
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top