Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inginkan Pembangunan Berkualitas, Wamenkeu Usul Ada DIPA Plus

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengusulkan adanya penambahan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ditambah dengan dokumen bilateral meeting sehingga telah menghubungkan perencanaan di Bappenas dan Rencana Kerja Prioritas, serta Nawa Cita.
Penyerapan K/L diharapkan merata dalam bulan-bulan setiap tahun anggaran berjalan. / Istimewa
Penyerapan K/L diharapkan merata dalam bulan-bulan setiap tahun anggaran berjalan. / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengusulkan adanya penambahan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ditambah dengan dokumen bilateral meeting sehingga telah menghubungkan perencanaan di Bappenas dan Rencana Kerja Prioritas, serta Nawa Cita.

Dia menyebut usulan itu sebagai dokumen DIPA Plus. Perencanaan yang baik akan membawa ke realisasi pembangunan yang berkualitas. Sementara itu, realisasi penyerapan belanja kementerian/lembaga  di jelang akhir tahun dinilainya akan memperburuk kualitas pembangunan baik secara fisik maupun filosofis.

“Sehingga pembuatan DIPA dilaksanakan dalam rangka program prioritas mana, nawa cita ke berapa. Dokumen DIPA yang ada dan DIPA plus pada saat dicatat akan masuk dalam sistem,” katanya, di Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Dia berharap kinerja penyerapan k/l dapat lebih merata dalam bulan-bulan setiap tahun anggaran  berjalan. Pekerjaan yang  dilaksanakan pada Januari bisa dilakukan pra-lelang pada Desember setelah DIPA disampaikan sehingga kontrak pekerjaan bisa direalisasikan pada awal tahun anggaran.

“Tugas kita pelayanan, pembangunan infrastruktur, semuanya, termasuk pendidikan dan kesehatan ya dari Januari-Desember. Pra lelang ini yang kira-kira bisa dikerjakan di awal tahun segera dilelangkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Bappenas melaporkan perbaikan pola penyerapan tingkat realisasi anggaran investasi pemerintah yang merata di sepanjang tahun akan memberikan dampak optimal terhadap perekonomian. Anggaran yang terserap 100% yang merata di sepanjang tahun akan menimbulkan efek sebesar 0,62 presen poin dari baseline.

Bappenas  juga mencatatkan laporan kinerja pemerintah pusat 2015 baru mencapai pencapaian kinerja sekitar 51,35% dari 284 indikator kerja yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Hal itu disebabkan oleh belum ada keselarasan antara RPJMN dengan rencana strategis kementerian/lembaga dan laporan kinerja yang disusun. Selain itu, anggaran belum fokus pada pencapaian sasaran strategis, dan adanya kelemahan k/l dalam menetapkan indikator kerja utama.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Veronika Yasinta
Editor : Setyardi Widodo

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper