Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mentan: Impor Jagung Disetop Tahun Depan

Pemerintah bertekad akan menghentikan impor jagung pada tahun depan dengan mendorong penggunaan dan pembelian benih yang diproduksi di dalam negeri. Termasuk perluasan areal tanam.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 18 November 2016  |  16:39 WIB
Mentan: Impor Jagung Disetop Tahun Depan
Petani mengumpulkan jagung hasil panen, di kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (10/5/2015). - Antara/Abriawan Abhe
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR -  Pemerintah bertekad akan menghentikan impor jagung pada tahun depan dengan mendorong penggunaan dan pembelian benih yang diproduksi di dalam negeri. Termasuk perluasan areal tanam.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tahun ini Indonesia mampu menekan impor komoditas hingga sekitar 3,6 juta ton.  

"Setiap tahun, kita mengimpor hampir 4 juta ton. Dengan begitu, kita sudah menghemat devisa sebesar Rp10 triliun," ujarnya saat memberikan kuliah umum bertema Arah Kebijakan Sektor Pertanian Dalam Percepatan Pembangunan Bangsa, di Kampus Universitas Negeri Makassar, Jumat (18/11).
 
Di Makassar, Mentan juga melakukan koordinasi dengan Kodam VII/Wirabuana  Anggaran 2016 dan kuliah umum di Universitas Muslim Indonesia dengan tema Meningkatkan Kualitas Stakeholder Pertanian Menuju Petani Yang berdaulat, Kolektif, dan Berbasis Produksi Ekonmis. Terakhir dengan para alim ulama di Massar sambil santap malam.

"Jumlah itu sangat besar. Untuk itu kita bertekad, tahun depan kita tidak lagi mengimpor jagung," ujarnya.

Upaya Pemerintah itu, kata dia, akan dilakukan dengan menyerap benih jagung yang dihasilkan anak bangsa.

 "Berapa pun banyaknya, akan kami serap untuk kami. Bagi secara gratis kepada lahan petani yang luasnya 3 juta hektare," tutur Mentan.

Beberapa waktu lalu, kata Amran,Presiden  Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan benih jagung hibrida Nakula Sadewa.

"Produktivitasnya 10 ton per hektare. Bahkan ada yang 13 ton per hektare. Itu akan kami beli berapa pun banyaknya produksinya."

Menurut dia impor jagung selama ini hanyalah keterpaksaan. "Kalaupun masih mau impor, sebaiknya benih saja yang jauh lebih murah dibanding impor jagung [4 juta ton]   dengan nilai lebih dari  Rp10 triliun," tutur Mentan.

Impor jagung umumnya didatangkan dari India, Brasil, Thailand, dan Amerika Serikat (AS).

Menteri yakin bahwa hingga akhir tahun ini Indonesia mampu memertahankan kinerja tersebut. " Seperti beras, yang mudah-mudahan, hingga akhir musim tanam tahun ini --sekitar tiga bulan-- kita bisa tidak mengimpor lagi."

Sebelumnya, pemerintah merencanakan untuk mengimpor jagung sebanyak 2,4 juta ton untuk kebutuhan pakan ternak pada 2016. Impor itu akan direalisasikan secara bertahap sebanyak 200.000 ton setiap bulan.

Produksi jagung pada 2015 mencapai 19,83 juta ton atau naik 4,34% dari tahun 2014. Di tahun 2016, Kementan menargetkan produksi jagung sebesar 21,53 juta ton.

Produksi jagung 2016 lebih dari cukup memenuhi kebutuhan industri pakan. Kebutuhan industri terdata sebanyak 750 ton per bulan dan total kebutuhan jagung nasional 1,55 juta ton per bulan.

Sementara produksi minimal jagung  pada 2016 yang dalam kondisi La Nina ditargetkan 21,53 juta ton. Produksi jagung 2016 diprediksi akan surplus 1,3 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor jagung andi amran sulaiman
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top