Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara di Labuan Bajo akan Jadi Subhub I Gusti Ngurah Rai

Kementerian Perhubungan akan menjadikan Bandara Komodo, Labuan Bajo, menjadi subhub Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.nn
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 30 Oktober 2016  |  17:48 WIB
Penumpang turun dari pesawat NAM Air Boeing 737 500 rute Denpasar - Labuan Bajo. - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum
Penumpang turun dari pesawat NAM Air Boeing 737 500 rute Denpasar - Labuan Bajo. - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan menjadikan Bandara Komodo, Labuan Bajo, menjadi subhub Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan mengatur ulang hierarki bandara guna meningkatkan nilai kompetitif bandara-bandara yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, paparnya, tidak semua bandara harus menjadi bandara internasional.

“Saya sudah sampaikan ke Bupati, bandara [Komodo] Labuan Bajo ini kita jadikan sub dari Bali. Nanti Garuda bisa menginap di sini semua. Jadi Jika penumpang mau ke Bali dari sini itu cuma 45 menit. Asalkan kepastian dan entitasnya banyak,” kata Budi, Jakarta, dalam siaran pers, Minggu (30/10/2016).

Dia menambahkan waktu kunjungan wisatawan asing di dalam negeri dapat berkurang jika semua bandara menjadi bandara internasional. Dia mencontohkan, wisatawan asing yang tadinya bisa berada di Indonesia selama 4 hari untuk ke Labuan Bajo, nantinya hanya bisa dua hari jika menjadi bandara internasional. “Untuk itu kita harus pikirkan sinergi,  efisiensi dan skala ekonominya,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai pengembangan Bandara Komodo, Budi mengungkapkan pihaknya akan memangkas bukit yang berada di sekitar bandara pada tahun depan. Menurutnya, bukit yang berada di sekitar bandara merupakan penghambat dalam pengembangannya.

“Yang harus dilakukan untuk pengembangan bandara [di] Labuan Bajo bukan perpanjangan landasan melainkan memangkas bukit. Untuk itu, tahun 2017 kita akan memangkas bukit. Baru di 2018 kita pikirkan untuk perpanjang landasan,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top