Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKP Undang Investor Tanam Modal di Perikanan Budi Daya

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengundang para investor baik dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di subsektor perikanan budi daya karena potensi sumber daya alam yang tergolong besar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  14:08 WIB
Keramba ikan - Ilustrasi
Keramba ikan - Ilustrasi

Bisnis.com, KUTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengundang para investor baik dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di subsektor perikanan budi daya karena potensi sumber daya alam yang tergolong besar.

"Kami undang investor domestik dan internasional untuk berinvestasi di subsektor perikanan budi daya di Indonesia," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto saat membuka Konferensi Internasional Perikanan Budidaya (ICAI) di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/10/2016).

Menurutnya, potensi perikanan budi daya di Indonesia baru dimanfaatkan sekitar 2,7% dari total 12,1 juta hektare. Untuk itu, lanjutnya, pemerintah memberikan sejumlah kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor perikanan budidaya.

Pemberian kemudahan itu di antaranya provisi dan manajemen prosedur, akselerasi pelayanan hingga pajak impor untuk beberapa produksi.

Ke depan pihaknya akan meningkatkan produksi perikanan budidaya dengan membangun perikanan marin di laut lepas, teknikalisasi rumpon, pengembangan rumput laut, pengembangan sistem budi daya ikan pada lahan sawah atau mina serta pengembangan perikanan dan kelautan di pulau terluar.

Indonesia, kata dia, dikenal sebagai produsen kedua perikanan budi daya setelah China. China diproyeksikan menghasilkan sekitar 58,8 juta ton. Adapun, Indonesia meski penghasil perikanan budi daya terbesar kedua tetapi jumlahnya cukup jauh dari China yakni sekitar 14,3 juta ton pada 2014.

"Rumput laut Indonesia juga berkontribusi sebagai salah satu produsen terbesar di dunia dengan meningkat 10 kali lipat pada 2014 dibandingkan dengan 2005," katanya seraya menambahkan dengan potensi itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat bisnis perikanan budi daya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top