Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi Riau Diklaim Capai 83%, Manufaktur Jadi Prioritas

Nilai investasi yang sudah masuk ke Provinsi Riau hingga akhir triwulan III/2016 sudah mencapai 83% dari target sepanjang tahun.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 26 Oktober 2016  |  18:00 WIB
Investasi sektor manufaktur terus didorong masuk ke Riau - Ilustrasi/Reuters
Investasi sektor manufaktur terus didorong masuk ke Riau - Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, PEKANBARU - Nilai investasi yang sudah masuk ke Provinsi Riau hingga akhir triwulan III/2016 sudah mencapai 83% dari target sepanjang tahun.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau Ismaili Fauzi mengatakan data investasi ke daerah itu menunjukkan nilainya sudah mencapai 83% dari target 2016.

"Investasi yang masuk ke Riau sudah 83% dari target sepanjang 2016 yaitu Rp15,46 triliun. Pada triwulan III ini naiknya sekitar Rp5 triliun, dari posisi terakhir semester I yaitu Rp10,46 triliun," katanya kepada Bisnis, Rabu (26/10/2016).

Ismaili menjelaskan dari total investasi itu, sebagian besar masih didominasi sektor andalah yaitu perkebunan dan industri pengolahan.

Pihaknya terus mendorong investor untuk menanamkan modal di Riau, dengan beragam cara, salah satunya menggelar Riau Investment Forum 2016. Pada kegiatan ini, BPMPD Riau mengundang 100 investor atau pengusaha level nasional dan lokal untuk menjajaki investasi di daerah tersebut.

"Kegiatan Riau Investment Forum ini bertujuan mempertemukan pengusaha dengan pemda atau badan penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) masing-masing kabupaten dan kota di Riau," katanya.

Forum ini kata Ismaili, juga menyediakan 1 on 1 meeting sehingga pengusaha bisa menanyakan langsung apa saja potensi dan persyaratan investasi ke suatu daerah kabupaten atau kota di Riau.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Riau mendukung penuh pelaksanaan Riau Investment Forum 2016 dan meminta agar kegiatan itu lebih sering digelar.

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Riau Peri Akri mengatakan agenda ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha dan industri di wilayah Riau.

"Forum ini memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan akses informasi langsung dari pemerintah sebagai regulator, harusnya lebih sering digelar bisa tiap bulan atau periode tertentu," katanya.

Pada sisi lain, Pemprov Riau kini mendorong investasi yang masuk ke daerahnya untuk beralih ke sektor manufaktur.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan sektor dominan yang mendorong ekonomi Riau saat ini masih didominasi industri pengolahan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

"Kalau untuk sektor andalan itu tidak perlu lagi kami ajak, tetapi sekarang kami dorong manufaktur untuk sektor ekonomi yang bisa dikembangkan investor," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top