Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tol Ciranjang-Padalarang Masih Sekadar Mimpi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai Tol Ciranjang [Cianjur]-Padalarang masih berat menggaet investor sebelum Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi [Bocimi] tuntas.
Wisnu Wage, Hedi Ardhia
Wisnu Wage, Hedi Ardhia - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  16:20 WIB
Tol Ciranjang-Padalarang Masih Sekadar Mimpi
Jalan tol - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai Tol Ciranjang [Cianjur]-Padalarang masih berat menggaet investor sebelum Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi [Bocimi] tuntas.
 
Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pemerintah harus berhitung ulang jika ingin memasukan tol tersebut dalam proyek strategis nasional (PSN) 2017 mendatang.

Menurutnya sejak lima tahun terakhir, Pemprov Jabar belum menerima minat investor terkait jalan tol ini. “Tol ini tidak akan jalan kalau Tol Bocimi belum selesai,” katanya pada bisnis di Bandung, Senin (24/10).
 
Menurutnya jika Tol Bocimi selesai maka akan terjadi peningkatan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung via Sukabumi. Kondisi eksisting saat ini dinilai Iwa tidak memungkinkan tol berjalan karena masalah di lapangan makin kompleks.

“Sudah lima tahun ditawarkan tapi memang investor melihat demand di Bocimi,” ujarnya.
 
Iwa memastikan karena Tol Ciranjang-Padalarang ini sudah disusun hendak dimasukan dalam PSN 2017 maka pihaknya saat ini terus mendorong agar persoalan di lapangan yang menghambat penuntasan tol Bocimi.

“Apabila nanti arah dari Jakarta ke Sukabumi aksesnya belum ada, maka jangan harap ada investor yang berminat membangun tol dari Cianjur,” paparnya.
 
Pihaknya sendiri menyarankan agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemprov Jabar dan daerah memfokuskan pembangunan tol Bocimi.

Dari laporan terakhir yang didapat Iwa proses pembangunan Bocimi masih terganjal pembebasan lahan.

“Faktor eksternalnya masih dominan, jika Bocimi beres selain Tol Ciranjang-Padalarang, barangkali jalur Puncak II juga bisa sekalian berjalan,” tuturnya.
 
Di tempat yang sama Kadis Bina Marga Jabar M Guntoro mengatakan faktor konektivitas Bocimi dengan Tol Ciranjang-Padalarang sepanjang 63 kilometer tersebut memang menentukan keberlangsungan proyek.

“Ini tol satu kesatuan dengan Bocimi, kalau ini terbangun maka dari Ciawi-Sukabumi kemacetan akan teratasi,” katanya.
 
Namun Guntoro menilai tidak seksinya proyek tersebut juga dikarenakan profil lahan yang akan dibebaskan sama beratnya dengan Bocimi.

Menurutnya sepanjang pemerintah siap mengalokasikan anggaran besar untuk pembebasan lahan maka investor bisa saja tertarik.
“Masalahnya kan ketika lahan dulu siap, pemerintahnya belum siap anggaran, begitu terus,” ujarnya.
 
Menurutnya proyek tol di Jawa Barat sama kondisinya dengan tol non trans Jawa di daerah lain yang selalu terbentur dengan pembebasan lahan.

Guntoro enggan proyek tol baru di Jabar tersendat-sendat pembebasannya karena akan memakan waktu dan anggaran besar.
“Soroja, Cisumdawu klasik semua soal lahan, kita tidak mau terulang,” paparnya.
 
Sementara Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, rencananya proyek tersebut akan digarap oleh pemerintah provinsi, tapi hingga saat ini belum terdengar kembali progresnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, hal itu disebabkan karena minimnya peminat investor.

"Makanya, kami punya inisiatif untuk membangun jalan lingkar Padalarang dari arah Jalan Kota Baru Parahyangan yang statusnya kini telah diserahkan menjadi jalan pemkab," katanya.

Dia menjelaskan, lingkar Padalarang akan mengurangi kemacetan yang kerap menjadi persoalan di wilayah Padalarang. Terutama kemacetan terjadi di kawasan Pertigaan Tagog Jalan Raya Padalarang.

Jalan lingkar Padalarang rencananya akan dibangun mulai dari arah jalan Kota Baru Parahyangan hingga tembus ke Jalan Raya Cipatat.
 
Sebelumnya, studi kelayakan juga pernah dilakukan untuk jalan lingkar di kawasan dekat gerbang tol Cikamuning, tapi hasil studi kelayakan menunjukan tidak adanya sambungan untuk jalan di sana.

"Nanti secara teknis Binas Marga yang akan membuat studi kelayakan. Setelah studi kelayakan itu beres, baru dapat kita lihat variabel-variabel mana yang layak untuk dibangun," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek tol pemprov jabar
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top