Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANOMALI CUACA: Harga Produk Hortikultura di Banten Melonjak

Sejumlah komoditas bahan pangan, salah satunya produk holtikultura dilaporkan mengalami kenaikan harga signifikan akibat musim hujan yang berkepanjangan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 19 Oktober 2016  |  12:35 WIB
Pasar tradisional menjual produk hortikultura. - Ilustrasi/Antara
Pasar tradisional menjual produk hortikultura. - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, TANGERANG - Sejumlah komoditas bahan pangan, salah satunya produk hortikultura, dilaporkan mengalami kenaikan harga signifikan akibat musim hujan yang berkepanjangan.

Berdasarkan Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, harga cabai merah keriting dan cabai merah besar rata-rata naik menjadi Rp55.000-Rp60.000 per kg, dibandingkan dengan sebelumnya yang berkisar Rp40.000-Rp46.000. Tak hanya itu, daging ayam ras dan ikan juga mengalami kenaikan signifikan.

Sebaliknya, bahan pokok pangan dan barang penting lainnya seperti beras IR 64 KW I, II, dan III rata-rata mengalami penurunan harga, begitu pula dengan harga ayam kampung yang turun Rp 3.334, dan telur ayam boiler turun Rp334.

“Setelah kami mendata di beberapa pasar seperti Pasar Tigaraksa, Pasar Kelapa Dua dan Pasar Sinpansa, beberapa komoditas masih mengalami kenaikan signifikan. Tetapi untuk stok kebutuhan masih aman,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Jarnaji mengutip keterangan resminya, Rabu (19/10/2016).

Selain di Kabupaten Tangerang, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten juga menyatakan produk holtikultura yakni sayuran dan cabai juga tercatat mengalami kenaikan harga akibat langkanya stok di pasar.

Anomali cuaca yang dipicu La Nina mengakibatkan kerusakan pada tanaman hortikultura sehingga mengurangi suplai pasokan sejumlah komoditas pangan di Banten.

"Beberapa komoditas tersebut misalnya cabai, tomat, dan kentang mengalami kenaikan harga di Serang. Tetapi, kami belum bisa menghitung sejauh mana kenaikan harga ini berkontribusi dalam inflasi bulan ini [Oktober]," kata Manajer Unit Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Provinsi Banten Jenidar Oseva.

Sebelumnya, pemerintah pusat melakukan intervensi penetapan harga melalui harga acuan batas bawah dan atas yang dinilai mampu menjadi stabilitator terhadap sejumlah harga komoditas pangan pokok di daerah.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Jaih Ibrahim mengatakan langkah tersebut akan membuat harga menjadi lebih rasional sehingga tekanan inflasi bisa diminimalisir.

“Positifnya, kebijakan ini bakal mampu mengendaliakn inflasi dan menghindari aksi spekulan yang seringkali melakukan penimbunan harga untuk memacu kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top