Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Tak Persoalkan Kuota Tuna RI Kecil

Pemerintah tak mempermasalahkan kuota Indonesia pada 2018-2020 yang hanya boleh menangkap tuna sirip biru selatan (southern bluefin tuna) di laut lepas sebanyak 1.002 ton.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 17 Oktober 2016  |  23:59 WIB
Pemerintah Tak Persoalkan Kuota Tuna RI Kecil
Seorang nelayan di Lampuuk, Banda Aceh, memanggul ikan tuna. - Reuters/Tarmizy Harva

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tak mempermasalahkan kuota Indonesia pada 2018-2020 yang hanya boleh menangkap tuna sirip biru selatan (southern bluefin tuna) di laut lepas sebanyak 1.002 ton atau 5,3% dari total penangkapan yang diperbolehkan.

Pelaksana Tugas Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar mengatakan bagaimana pun jumlah itu naik dari jatah 2016-2017 yang hanya 750 ton.

Dibandingkan dengan negara lain, lanjutnya, kenaikan kuota Indonesia yang mencapai 33,6% dari periode sebelumnya lebih tinggi dibandingkan negara lain, seperti Jepang yang hanya bertambah 30,1% serta Australia, Korea Selatan, Taiwan, dan Selandia Baru yang masing-masing bertambah 8,8%.

"Ini hasil negosiasi intensif yang dilakukan oleh tim di sana karena selama ini kita menunjukkan perbaikan kinerja. Kita tidak melakukan pelanggaran, kita melakukan banyak hal bagus sehingga kita mendapatkan kenaikan itu," ujar Zulficar di Jakarta pada Senin (17/10/2016).

Dia berpandangan penetapan angka itu sudah mempertimbangkan data dan status stok lestari tuna sirip biru selatan serta kepatuhan Indonesia terhadap praktik penangkapan ikan secara legal. Kuota itu, tutur Zulficar, sudah cukup jika dikaitkan dengan isu keberlanjutan.

Informasi yang dihimpun Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) dari Kementerian Perikanan Jepang (Japan Fisheries Agency) menyebutkan kuota untuk Indonesia untuk periode 2018-2020 hanya 1.002 ton dari total tangkapan yang diperbolehkan (total allowable catch) sebanyak 17.647 ton.

Data itu berdasarkan sidang tahunan ke-23 Commision for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) yang digelar di Taiwan pekan lalu. 

Kuota Indonesia di bawah jatah negara lain, seperti Jepang dan Australia yang masing-masing memperoleh 6.165 ton, Korsel dan Taiwan masing-masing 1.240,5 ton, dan Selandia Baru 1.088 ton.

Adapun total ekspor southern bluefin tuna Indonesia sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan jenis tuna yang lain. Ekspor tuna ke Amerika Serikat yang pada Januari-Juli sebanyak 12.636 ton, didominasi oleh tuna NSPF (not spesifically provided for) fillet frozen yang mencapai 4.814 ton, tuna NSPF in ATC (other) not in oil 4.162 ton, dan tuna albacore in ATC (other) not in oil 2.296 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rfmo ccsbt kuota tuna
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top