Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Saham Syariah Indonesia Tumbuh Tertinggi di Dunia

Indeks saham syariah Indonesia mencatatkan pertumbuhan 20% year to date per 20 September 2016. Menjadi pertumbuhan tertinggi, dibandingkan dengan indeks saham syariah global lainnya
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 02 Oktober 2016  |  01:13 WIB
Ilustrasi. - .
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, DENPASAR--Indeks saham syariah Indonesia mencatatkan pertumbuhan 20% year to date per 20 September 2016. Menjadi pertumbuhan tertinggi, dibandingkan dengan indeks saham syariah global lainnya.

Head of Islamic Capital Market Development Bursa Efek Indonesia Irwan Abdalloh menuturkan dalam lima tahun terakhir, indeks saham syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 43%, sedangkan indeks hargsa saham gabungan (IHSG) sebesar 41%.

"Pertumbuhan aset pasar modal syariah menunjukkan pertumbuhan negatif dalam dua tahun terakhir, yakni terkoreksi 2,3% dari posisi US$370,5 miliar pada 2014 menjadi US$361,9 miliar pada 2015. Sementara itu, ISSI tumbuh hingga 20%," ungkapnya saat pelatihan wartawan pasar modal.

Dari sisi komposisi reksadana syariah, katanya, Saudi Arabia memiliki porsi hingga 40%, Sedangkan sukuk di dunia paling banyak dimiliki oleh Malaysia yakni 61% dari total sukuk di dunia.

Adapun jumlah investor syariah di Indonesia masih mencapai 8.580 investor pada Juli 2016. Sementara itu, kapitalisasi pasar syariah per 26 September 2016 mencapai Rp3.228 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar saham mencapai Rp5.776 triliun.

Irwan mengungkapkan untuk meningkatkan kapitalisasi pasar modal syariah maka pihaknya melakukan sekolah pasar modal syariah (SPMS), syariah online trading system (SOTS), galeri investasi syariah dan sekolah pasar modal syariah (SPMS).

Saat ini, SOTS diturunkan dari fatwa No. 80. Dia mengungkapkan SOTS melarang untuk melakukan transaksi saham yang tidak syariah, transaksi margin trading, transaksi short selling, cash basic transaction dan portofolio saham syariah yang terpisah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks Syariah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top