Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BOK RATE: Bank Sentral Korsel Tetapkan 7 Day Repurchase Rate Bertahan di 1,25 Persen

Bank of Korea memutuskan mempertahankan 7-day repurchase rate sebesar 1,25%. Sebelumnya, seluruh 19 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg juga memperkirakan BoK akan mempertahankan suku bunga acuan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Agustus 2016  |  14:47 WIB
BOK RATE: Bank Sentral Korsel Tetapkan 7 Day Repurchase Rate Bertahan di 1,25 Persen
BoK Rate tak berubah. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA– Bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga pada level terendah setelah anggota dewan menangguhkan tindakan kebijakan lebih lanjut sampai mereka memiliki gambaran yang lebih jelas atas perekonomian.

Bank of Korea memutuskan mempertahankan 7-day repurchase rate sebesar 1,25%. Sebelumnya, seluruh 19 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg juga telah memperkirakan BoK akan mempertahankan suku bunga acuan.

Ketujuh anggota dewan menyepakati keputusan setelah suara bulat untuk tidak mengubah suku bunga acuan pada bulan Juli. Terakhir kali, BoK memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni.

Seperti dikutip Bloomberg, ekonom mengatakan dengan inflasi yang jauh dari target 2%, won yang relatif kuat dan ekspor yang tertekan, BOK tidak memiliki alasan untuk pengetatan ekonomi. Namun mereka telah memperkirakan bahwa Gubernur Lee Ju Yeol akan memilih untuk menyimpan langkah lain untuk merespons jika suatu saat kondisi eknomi memburuk.

Beberapa data terakhir, termasuk pertumbuhan produk domestik bruto, yang lebih baik dari yang perkiraan mengurangi urgensi membuat perubahan.

"Keputusan hari ini telah diperkirakan sebelumnya karena BoK akan memantau dampak penurunan suku bunga bulan Juni dan anggaran tambahan," kata Park Jong Youn, analis pendapatan tetap NH Investment & Securities Co kepada Bloomberg.

Akan tetapi, lanjutnya, kebijakan tersebut mungking tidak akan cukup untuk mengimbangi risiko penurunan pertumbuhan serta memperkirakan akan ada pemotongan suku bunga pada Oktober, terutama jika won terus menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top