Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

NERACA PERDAGANGAN: Surplus Terendah, Ekonom: Optimistis Membaik Jelang Akhir Tahun

PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan prospek neraca perdagangan Indonesia masih akan memberikan surplus yang cukup besar menjelang akhir tahun seiring prediksi harga minyak yang membaik.
Harga minyak akan pengaruhi data neraca perdagangan hingga akhir tahun 2016./.
Harga minyak akan pengaruhi data neraca perdagangan hingga akhir tahun 2016./.

Bisnis.com, JAKARTA— PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan prospek neraca perdagangan Indonesia masih akan memberikan surplus yang cukup besar menjelang akhir tahun seiring prediksi harga minyak yang membaik.

Kinerja ekspor sepanjang Juli 2016 yang yang hanya US$9,51 miliar menjadi yang terendah dalam tujuh tahun terakhir atau sejak 2009. Pada Juli 2009, kinerja ekspor sedikit lebih tinggi yakni US$9,6 miliar.

Dari sisi impor, kinerja pada Juli 2009 sedikit lebih tinggi dibandingkan Juli tahun ini. Nilai impor pada Juli 2009 mencapai US$8,9 miliar, sementara impor pada Juli 2016 hanya US$8,6 miliar.

Dengan kinerja ekspor dan impor tersebut, BPS mengumumkan neraca perdagangan pada bulan ketujuh tahun ini mengalami surplus tipis US$598,3 juta. Dengan realisasi itu, kinerja neraca perdagangan sepanjang Januari hingga Juli 2016 mencapai surplus US$4,17 miliar dengan rincian nilai ekspor US$79,08 miliar dan nilai impor US$74,91 miliar. Surplus sepanjang tahun kalender itu jauh lebih rendah 28,80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada tujuh bulan pertama tahun lalu, kinerja neraca perdagangan mengalami surplus US$5,86 miliar. Adapun neraca perdagangan pada periode yang sama 2014 mengalami defisit US$1,08 miliar, defisit membesar menjadi US$5,67 miliar pada Januari hingga Juli 2013.

Melihat data tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan neraca perdagangan masih akan memberikan surplus yang cukup besar ke depan. Ekspor berpeluang membaik terutama jika harga minyak mentah kembali naik menjelang akhir tahun.

“Ekspektasi kami masih memperkirakan rerata harga minyak mentah Brent di kisaran US$40/b. Kami juga lebih optimistis melihat prospek harga komoditas non minyak seperti batubara dan CPO,” papar riset tersebut, Senin (15/8/2016).

Samuel Sekuritas juga lebih optimistis melihat prospek harga komoditas nonminyak seperti batubara dan CPO. Sementara itu, impor akan normalisasi bulan Agustus 2016 melihat dari siklus tahunannya menggunakan kalender islam walaupun berpeluang terpangkas lagi pertumbuhan bulanannya di September 2016.

“Secara umum meningkatnya pertumbuhan domestik akan meminta pertumbuhan impor yang lebih cepat yang jika tidak diimbangi oleh kenaikan pertumbuhan ekspor maka surplus neraca perdagangan akan semakin menyempit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper