Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU Berkapasitas 660 MW Cilacap Beroperasi

-PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menambah pasokan listrik untuk memperkuat sistem listrik Jawa Bali, melalui beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Cilacap Ekspansi 1 x 660 Mega Watt ( MW) yang berlokasi di Desa Karang Kandri Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. PLTU Cilacap ekspansi ini masuk kedalam interkoneksi Jawa Bali melalui jaringan 500 kV Adipala-kesugihan.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 17 Juni 2016  |  09:30 WIB
PLTU Berkapasitas 660 MW Cilacap Beroperasi
/Ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA--PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menambah pasokan listrik untuk memperkuat sistem listrik Jawa – Bali, melalui beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Cilacap Ekspansi 1 x 660 Mega Watt ( MW) yang berlokasi di Desa Karang Kandri Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. PLTU Cilacap ekspansi ini masuk kedalam interkoneksi Jawa – Bali melalui jaringan 500 kV Adipala-kesugihan.

Menandai masuknya  PLTU Cilacap ekspansi 1 x 660 MW kedalam sistem Jawa – Bali, PLN melakukan tanda tangan Comercial Operation Date Dengan PT Sumber Segara Primadaya selaku pengembang. Acara penandatangan dilakukan pada kamis (16/6 ) di Kantor PLN Pusat, oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang dan disaksikan oleh Direktur Utama Sumber Segara Primadaya (S2P) Muhammad Rasul.
 
PLTU cilacap ekspansi  tahap 1 menggunakan teknologi Super Critical Boiler berbahan bakar Batubara Low Range (4200 kilo kalori per kilogram ) didukung dengan Fluidized Gas Desulphurizaton (FGD) yang didesain untuk dapat beroperasisecara efisien dan ramah lingkungan . Hal ini sekaligus juga untuk pengoperasian  pembangkit yang ramah lingkungan dengan mengurangi emisi gas buang.
 
“Setelah melalui serangkaian uji coba ketahanan dan syncronisasi, akhirnya PLTU Cilacap Ekspansi dinyatakan lulus uji coba dan juga  sudah berhasil mendapatkan sertifikat laik operasi.  Artinya pembangkit ini akan menambah pasokan hingga 660 MW dan berpotensi menambah pelanggan baru hingga 350.000 ribu pelanggan, serta akan memperkuat keandalan operasi sistem Jawa-Bali secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan." Ujar Direksi Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang, Kamis (16/6).
 
Secara keseluruhan jumlah pelanggan di Regional Jawa Bagian Tengah mencapai 22 juta pelanggan lebih, jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 4.83 % tahun  2015.
PLTU ini dibangun diatas tanah seluas 39,28 HA dilokasi yang sama dengan PLTU eksisting  Cilacap 2 x 300 MW. PLTU Cilacap Ekspansi dikembangkan oleh S2P dengan sponsor PT Sumber Energi Sakti Prima 51% dan PT Pembangkitan Jawa Bali 49%.  Dimana proyek  ini merupakan kelanjutan dari proyek 7.000 MW yang dibangun oleh Independent  Power Producer (IPP) atau pengembang swasta dengan durasi pembangunan lebih cepat dari kontraktual yakni hanya 32 bulan saja. Nantinya akan dibeli oleh PLN seharga US$7.5534 sen per KwH dengan asumsi harga batubara US$72,06/ton.
 
Metode pengadaan dilakukan dengan skema ekspansi, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.03 Tahun 2015, dimana penambahan kapasitas pembangkit tenaga listrik pada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi di lokasi yang sama dilakukan penunjukkan langsung.
 
Secara pararel untuk menunjang PLTU Cilacap Ekspansi,  PLN juga berhasil memperkuat sistem Jawa dan Bali melalui pengoperasian Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sebesar 500 kilo Volt (kV).
 
"Dengan semua penambahan pasokan dan saluran tegangan listrik, kami sangat berharap bisa memberikan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat" kata Nasri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top