Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teh Hijau Tingkatkan Kemampuan Kognitif Penderita Sindrom Down

Bahan kimia dalam teh hijau terbukti meningkatkan kemampuan kognitif pada pengidap sindrom down, demikian menurut para ilmuwan dan dokter pada Selasa (7/6/2016).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Juni 2016  |  13:40 WIB
teh hijau - boldsky.com
teh hijau - boldsky.com

Bisnis.com, PARIS - Bahan kimia dalam teh hijau terbukti meningkatkan kemampuan kognitif pada pengidap sindrom down, demikian menurut para ilmuwan dan dokter pada Selasa (7/6/2016).

Pemberian teh hijau yang mengandung bahan epigallocatechin gallate, menyebabkan peningkatan skor dalam tes memori dan perilaku, kata mereka dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Lancet Neurology, seperti dikutip dari AFP.

Hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa bahan tersebut mampu mengubah cara saraf saling terhubung. Sebanyak 84 orang dewasa dilibatkan dalam percobaan klinis selama setahun. Mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diberikan suplemen teh hijau tanpa kafein yang mengandung 45% epigallocatechin gallate, begitu juga dengan pelatihan kognitif secara online setiap minggu.

Kelompok kedua mendapatkan pelatihan serupa tapi menelan plasebo, bukan suplemen itu.

Subjek kemudian melakukan tes kognitif setelah tiga, enam dan 12 bulan.

Ada sedikit perubahan bahkan hampir tidak ada pada sebagian besar kategori, tetapi untuk kategori kemampuan mengingat pola, daya ingat verbal, dan perilaku adapatif dari kelompok "teh hijau" mencetak nilai jauh lebih baik. Nilai tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.

Hasil positif itu terus berlanjut hingga enam bulan setelah percobaan berakhir.

"Ini pertama kalinya sebuah pengobatan menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada mereka yang mengidap sindrom ini," kata Mara Dierssen, penulis senior dalam penelitian itu sekaligus seorang peneliti di Centre for Genomic Regulation di Barcelona.

Meskipun cukup signifikan, katanya dalam sebuah pernyataan, hasil itu tidak boleh ditafsirkan sebagai "sembuh." "Namun, itu bisa menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka."

Para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut menyebut hasil itu menggembirakan dan "hasil karya yang penting." Pada saat bersamaan, mereka memperingatkan bahwa temuan itu harus divalidasi dalam uji coba tambahan.

Sindrom down adalah kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang disebabkan kelainan genetik dan dialami sekitar satu dari 1.000 orang, menurut WHO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teh hijau

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top