Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI KORSEL: Output Industri Turun 2,8%

Produksi industri Korea Selatan turun melebihi perkiraan ekonom karena ekspor yang lemah dan restrukturisasi industri galangan kapal terun menurunkan permintaan dan sentimen bisnis.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 31 Mei 2016  |  08:43 WIB
EKONOMI KORSEL: Output Industri Turun 2,8%
/ibtimes

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi industri Korea Selatan turun melebihi perkiraan ekonom karena ekspor yang lemah dan restrukturisasi industri galangan kapal terun menurunkan permintaan dan sentimen bisnis.

Badan statistik Korea Selatan menyatakan output industri turun 2,8% dari tahun sebelumnya pada bulan April. Penurunan ini lebih rendah dari perkiraan ekonom dalam survey Bloomberg yang mencapai minus 1,3%. Produksi turun 1,3% dari bulan sebelumnya.

Ekonom Mirae Asset Daewoo Co, Suh Dae Il mengatakan tren output industri yang negatif menunjukkan fundamental ekonomi yang lemah

"Upaya pemerintah untuk merestrukturisasi industri galangan kapal dan pengiriman akan mempengaruhi permintaan domestik," katanya seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Suh memperkirakan bahwa Bank of Korea akan memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada bulan Juli, karena data terus bertentangan dengan prediksi BOK bahwa permintaan domestik akan mendukung pertumbuhan.

Rasio persediaan terhadap pengiriman sedikit menurun menjadi 124,2% pada April. Rasio yang tinggi tersebut menandakan melemahnya permintaan karena produsen menumpuk barang yang tidak terjual di gudang mereka.

Produksi komponen elektronik turun 12,7% dari tahun lalu, sementara produksi mobil dan mesin turun masing-masing  8,7% dan 9,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top