Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Dihantam Pemogokan, Lion Air Ajukan Penundaan Penerbangan Sebulan

Maskapai Lion Air mengajukan penundaan penerbangan selama satu bulan untuk 226 frekuensi dari 55 rute, baik domestik maupun internasional dengan alasan masa sepi atau "low season" serta berkuranganya jumlah pilot pascainsiden pemogokan beberapa waktu lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Mei 2016  |  19:02 WIB
Maskapai penerbangan Lion Air - Ilustrasi/Bisnis.com
Maskapai penerbangan Lion Air - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai Lion Air mengajukan penundaan penerbangan selama satu bulan untuk 226 frekuensi dari 55 rute, baik domestik maupun internasional dengan alasan masa sepi atau low season serta berkuranganya jumlah pilot pascainsiden pemogokan beberapa waktu lalu.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat ditemui seusai konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/5/2016) mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat pengajuan tersebut pada 16 Mei 2016 ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

"Jangan diartikan bahwa penundaan rute ini karena kami mendapatkan sanksi, tetapi karena memang low season menjelang bulan Ramadhan," ucapnya.

Edward mengatakan rute-rute yang mengalami penundaan termasuk juga rute-rute sibuk.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Lion Air Daniel Putut mengatakan rute-rute yang terkena penundaan, contohnya Jakarta-Makassar dan Jakarta-Kualanamu, sementara untuk rute internaional, meliputi rute Jakarta-Singapura dan Kualanamu-Penang. "Dari Jakarta-Kualanamu itu ada 19 frekuensi, itu salah satu yang kita kurangi," ujarnya.

Pasalnya, Kementerian Perhubungan telah memberikan surat teguran dan sanksi kepada maskapai Lion Air berupa tidak diberikannya izin rute baru selama enam bulan atas terjadinya keterlambatan penerbangan atau delay berulang kali serta pemogokan pilot Lion Air pada 10 Mei 2016.

Ditemui terpisah, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Maryati Karma mengatakan sanksi tersebut bertujuan agar pihak Lion Air melakukan introspeksi internal.

Hal itu dilakukan agar perusahaan melakukan perbaikan manajemen operasi penerbangan yang terkait sumber saya manusia (SDM), rotasi pesawat, frekuensi penerbangan, maintenance (perawatan) pesawat dan lainnya. "Namun, Lion Air justru mengusulkan penundaan penerbangan selama satu bulan," tukasnya.

Dia menyebutkan dalam satu bulan Lion Air tidak akan menerbangkan 217 frekuensi domestik dan 10 frekuensi internasional. Maryati mengatakan pihaknya telah mengabulkan izin penundaan sementara pengoperasian Lion Air tersebut.

Untuk itu, dia menegaskan Lion Air bertanggung jawab untuk mengalihkan penumpang yang telah mempunyai tiket pada penerbangan yang tidak dilaksanakan kepada maskapai lainnya pada rute yang sama, tanpa biaya tambahan.

"Apabila, hingga batas waktu yang ditentukan tidak dilaksanakan selama satu bulan sampai 18 Juni 2016, kapasitas pada rute dan frekuensi yang tidak dilayani tersebut akan dicabut," tegasnya.

Dia berharap perbaikan operasi maskapai Lion Air dengan memberikan pembinaan teknis agar masyarakat dapat menikmati penerbangan yang baik, nyaman, terjangkau dan memenuhi standar keamanan dan keselamatan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top