Kementan Inisiasi Pembentukan Tim Antisipasi Penyakit Ternak

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian menginisiasi pembentukan tim yang tugas utamanya yaitu merumuskan Roadmap Strategi Antisipasi Resistensi Antimikrobial (Anti Microbial Resistance/AMR).
Dara Aziliya | 17 Mei 2016 18:15 WIB

Bisnis.com,  JAKARTA – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian menginisiasi pembentukan tim yang tugas utamanya yaitu merumuskan Roadmap Strategi Antisipasi Resistensi Antimikrobial (Anti Microbial Resistance/AMR).

Berdasarkan keternagan yang Bisnis kutip dari kamuskesehatan.com, AMR yaitu hasil dari mikroba mengubah cara-cara yang dapat mengurangi atau menghilangkan efektivitas obat, bahan kimia, atau zat lain yang fungsinya menyembuhkan atau mencegah infeksi.

Ditjen Peternakan merasa AMR harus diantisipasi karena mengancam persoalan kesehatan, mengingat kejadian AMR dapat menyebabkan agen obat-obatan dan vaksin menjadi tidak efektif .

Untuk itu, perlu ada angkah-langkah tertentu yang tujuannya mengendalikan laju perkembangan kejadian Resistensi Antimikrobial.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muladno menyampaikan tim perlu dibentuk sehingga upaya pencegahan kejadian AMR dapat diminimalkan.

“Berbagai laporan menyebutkan dampak yang ditimbulkan dari resistensi antimikroba, misalnya kegagalan pengobatan yang berimbas pada peningkatan angka kesakitan, peningkatan angka kematian, serta meningkatnya biaya pengobatan dalam penanganan kesehatan,” kata Muladno melalui keterangan tertulis, Selasa (17/5).

Kementan mmencatat Resistensi antimikroba yang awalnya merupakan permasalahan kesehatan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap keamanan global, ketahanan pangan, serta menjadi tantangan pembangunan berkelanjutan dengan dampak yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi.

Siang ini, Ditjen Peternakan pun menggelar Pertemuan Koordinasi AMR di Bogor, Jawa Barat. Dari hasil pertemuan tersebut, Tim Antisipasi AMR diwacanakan akan segera dibentuk.

WHO, OIE, dan FAO telah menyepakati untuk bersama-sama membangun komitmen secara global dalam memerangi laju resistensi antimikroba. Hal ini tertuang dalam rekomendasi Global Action Plan, dimana setiap Negara anggota akan membangun rencana aksi nasional yang ditargetkan di tahun 2017.

Dalam aksi tersebut, disepakati ada 5 tujuan strategis perlawanan AMR yaitu 1) meningkatkan kepedulian dan pemahaman terkait resistensi antimikroba; 2) memperkuat pengetahuan melalui surveillans dan penelitian; 3) mengurangi insidensi infeksi; 4) mengoptimalkan penggunaan antimicrobial secara bijaksana; dan 5) menjamin keberlangsungan sumber daya nasional dalammenghambat laju AMR.

“Saat ini dunia sedang dalam masa kewaspadaan kritis di bidang kesehatan di mana dalam 20 tahun terkahir laju perkembangan insidensi kejadian resistensi bakteria tidak sebanding dengan perkembangan penemuan obat antimikroba baru,” ungkap Muladno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementan, pemeriksaan hewan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top