Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Cabang Ambon Optimistis Raih Laba Rp15,6 Miliar

Kendati layanan penyeberangan di lintasan Poka-Galala telah ditutup setelah dioperasikannya Jembatan Merah Putih, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon optimistis mencetak kinerja pendapatan Rp15,6 miliar.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 12 Mei 2016  |  14:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati layanan penyeberangan di lintasan Poka-Galala telah ditutup setelah dioperasikannya Jembatan Merah Putih, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon optimistis mencetak kinerja pendapatan Rp15,6 miliar.
 
GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Burhan Zahim mengatakan, tahun ini cabang Ambon membidik target laba Rp15,6 miliar atau naik Rp700 juta dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2015 sebesar Rp14,9 miliar.
 
"Kami yakin target laba tahun ini tetap tercapai, walau potensi pendapatan dari lintasan Poka-Galala sudah hilang. Kami telah berkomitmen untuk tetap berkontribusi kinerja yang positif bagi perusahaan," kata Burhan dalam siaran pers, Kamis (12/5).
 
Bahkan, Cabang Ambon menargetkan dapat meraih predikat Cabang Kelas A tahun depan, dengan indikator dapat mempertahankan perolehan laba diatas Rp10 miliar selama dua tahun berturut-turut.
 
Untuk mencapai target laba tersebut, ASDP Cabang Ambon telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan pada dua lintasan komersial lainnya, yakni Galala-Namlea dengan waktu tempuh 8 jam yang dilayani KMP Wayangan dan KMP Temi, dan Hunimua-Waipirit dengan waktu tempuh 1 jam yang dilayani KMP Rokatenda, KMP Terubuk dan KMP Inelica.
 
"Dua lintasan ini sekarang menjadi tulang punggung, karena itu kami tingkatkan layanan di kapal dengan penyediaan ruang ekonomi dan bisnis yang memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jasa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia menuturkan ASDP memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan tatami (tempat tidur) bagi penumpang, maupun ruang santai di dek atas kapal bagi pengemudi truk yang biasanya tidur di kolong kendaraannya.
 
Menurutnya, dengan adanya peningkatan layanan di atas kapal, pengguna jasa merespon positif karena jauh lebih nyaman di perjalanan.

Alhasil dengan tarif yang naik sedikit dari Rp78.000 menjadi Rp122.000 per orang, penumpang justru mensyukuri adanya peningkatan layanan ini.

Langkah ini, lanjutnya, menjadi komitmen pelayanan ASDP untuk memberikan nilai lebih atas harga yang dibayar konsumen.
 
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat menegaskan, inovasi sangat penting dilakukan di Cabang Ambon mengingat persaingan jasa penyeberangan oleh kapal-kapal cepat swasta maupun pemda semakin ketat.

“Ditambah lagi, semakin banyak pilihan moda transportasi lainnya yang lebih modern dan cepat,” ujarnya.
 
Namun, Christine mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk memberikan pelayanan jasa penyeberangan lebih optimal, khususnya pelanggan ASDP.

Tahun ini, Cabang Ambon menganggarkan investasi sekitar Rp10 miliar, yakni Rp3,9 miliar untuk pelabuhan dan Rp5,9 miliar untuk kapal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp ambon
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top