Jonan Resmikan Proyek-proyek & Kantor Transportasi di Gorontalo

Pembangunan Bandara Djalaludin Gorontalo yang telah selesai pada 2015 diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada Minggu (1/5/2015). Selain itu, Jonan juga meresmikan pelabuhan penyeberangan Gorontalo dan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gorontalo.
Yusuf Waluyo Jati | 02 Mei 2016 02:18 WIB
Ignasius Jonan - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan Bandara Djalaludin Gorontalo yang telah selesai pada 2015 diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada Minggu (1/5/2015). Selain itu, Jonan juga meresmikan pelabuhan penyeberangan Gorontalo dan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gorontalo.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengatakan seiring dengan peningkatan jumlah penumpang baik yang datang dan pergi di bandara ini, Kemenhub melakukan perbaikan serta pembenahan-pembenahan.

Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja kementerian untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

"Mimpi masyarakat Gorontalo untuk bisa menggunakan bandara yang lebih luas dan megah sebagaimana yang dimiliki oleh daerah lain akhirnya dapat terealisasi. Selain tampilan terminal bandara yang megah dan modern serta dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang yang umumnya ada dibandara Internasional, gedung terminal baru terdiri dari 2 lantai dengan luas 11.865 m2," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Minggu.

Menurutnya, gedung terminal tersebut mampu menampung 2.500 penumpang dan menggantikan gedung terminal lama yang hanya cukup untuk 250 penumpang. Selain pembangunan terminal baru, Bandara Djalaludin Gorontalo juga mengembangkan area parkir bandara yang semula hanya seluas 3.902 m2 untuk 150 mobil, sekarang menjadi 46.411 m2 dan mampu menampung 1.820 mobil

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan pelabuhan penyeberangan Gorontalo melayani dua lintas penyeberangan antarprovinsi, yaitu lintas penyeberangan Gorontalo-Pagimana (Sulawesi Tengah) yang merupakan lintas penyeberangan komersial dan lintas Gorontalo-Wakai (Sulteng) yang merupakan lintas penyeberangan perintis.

Plt. Dirjen Perhubungan Laut Umar Aris menambahkan dalam rangka intermoda dan multimoda Ditjen Hubla Kemenhub ikut serta pula dalam peresmian Kantor KSOP Kelas IV Gorontalo.

Berdasarkan UU No. 17/2009 tentang Pelayaran Pelabuhan dibagi menjadi 2 yaitu pelabuhan yang diusahakan dan pelabuhan yang tidak diusahakan, Gorontalo termasuk Pelabuhan yang diusahakan. Oleh karena itu maka terdiri dari regulator dan operator.

Fungsi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan melaksanakan fungsi regulator. Dengan adanya Kantor KSOP kelas IV Gorontalo maka diharapkan memicu kegairahan dalam melaksanakan fungsi fungsi regulator tempat kantor KSOP dapat melaksanakan fungsi kewibawaan regulator seperti diatur dalam UU No. 17 tahun 2009 tentang Pelayaran.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ignasius jonan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top