Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Harus Intervensi Harga Bawang Merah

Pemerintah harus mengintervensi fluktuasi harga bawang merah yang terjadi musiman.
Bawang merah/JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Bawang merah/JIBI-Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah harus mengintervensi fluktuasi harga bawang merah yang terjadi musiman.

Djarot Kusumayakti, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), menjelaskan, fluktuasi harga bawang merah terjadi secara musiman dengan penanaman besar pada dua titik waktu yang bisa dipakai sepanjang masa.

Berdasarkan data 2015, bawang akan menurun pada Februari. Puncak produksi terendah jatuh pada bulan Maret. Sedangkan, Juli dan Agustus merupakan bulan puncak produksi. 

Dari data tersebut, kalau tidak ada intervensi yg memadai maka harga bawang akan bergerak ke atas sampai masuk musim panen. Upaya intervensi berupa pengadaan stok harus tetap berada di tangan pemerintah.

"Ini untuk memastikan petani tidak dirugikan dan konsumen tetap bisa memperoleh harga bawang dengan harga wajar," tuturnya melalui pernyataan resmi, Jumat (29/4/2016).

Bisnis mencatat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta kementerian merumuskan kebijakan agar harga bawang merah di baaah Rp25.000 per kilogram.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menginginkan harga di level petani yang menguntungkan, yakni di kisaran Rp18.000 per kilogram.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fauzul Muna
Editor : Nancy Junita

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper