Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musi Banyuasin Berharap Kecipratan CPO Fund

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, berharap petani daerah tersebut mendapatkan jatah dana pungutan ekspor minyak sawit mentah atau CPO Fund guna membiayai peremajaan perkebunan kelapa sawit.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 27 April 2016  |  20:03 WIB
Seorang pekerja memuat bongkahan kelapa sawit ke atas mobil truk di pinggir jalan raya Palembang-Prabumulih, Sumsel - Antara
Seorang pekerja memuat bongkahan kelapa sawit ke atas mobil truk di pinggir jalan raya Palembang-Prabumulih, Sumsel - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, berharap petani daerah tersebut mendapatkan jatah dana pungutan ekspor minyak sawit mentah atau CPO Fund guna membiayai peremajaan perkebunan kelapa sawit.

Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengatakan daerahnya memproduksi 1,4 juta ton CPO tiap tahun yang sebagian untuk tujuan ekspor. Karena itu, dia menilai wajar bila Musi Banyuasin  mendapatkan alokasi CPO Fund untuk kebutuhan peremajaan kelapa sawit.

“Kami berencana me-replanting 26.000 hektare lahan sawit milik petani selama periode 2017-2021,” katanya dalam acara temu media di Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Beni mengaku telah berkomunikasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Menurut Beni, CPO Fund yang dialokasikan untuk peremajaan kelapa sawit sebesar Rp25 juta per hektare (ha).

“Kalau perhitungan saya untuk replanting itu butuh Rp50 juta per ha. Nah sisanya bisa ditutupi dari pinjaman bank atau tabungan petani,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, hingga 4 April 2016 BPDP Kelapa Sawit telah menyalurkan dana Rp376,45 miliar untuk meremajakan 15.060 ha lahan petani plasma maupun swadaya. Badan itu berencana meremajakan 100.000 ha dalam beberapa tahun ke depan.

Beni Hernedi menuturkan peremajaan akan dilakukan di perkebunan dengan usia tanam di atas 25 tahun. Namun, tambah dia, Pemkab Musi Banyuasin juga ingin meremajakan kebun-kebun yang kurang produktif kendati usia tanam baru 10 tahun.

“Buat apa nunggu lama kalau produktivitasnya kurang 10 ton per ha? Istilahnya peremajaan dini. Selain untuk produktivitas, replanting juga momentum pelaksanaan sawit berkelanjutan,” katanya.

Luas total perkebunan kelapa sawit Musi Banyuasin mencapai 260.000 ha, hampir 20% dari luas kabupaten. Rinciannya, sebanyak 147.000 ha merupakan konsesi milik perusahaan, sisanya dibagi rata untuk petani plasma dan petani mandiri. Seluruh perkebunan memasok 16 pabrik CPO yang dimiliki oleh a.l. Cargill, Indofood, Musim Mas.

Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) mencatat tahun lalu produksi CPO Indonesia 32,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 26 juta ton CPO diekspor dengan nilai yang ditaksir mencapai US$18,5 miliar.

Angka itu lebih kecil dari catatan 2014 yang mencapai US$21 miliar. Walau anjlok, untuk pertama kalinya ekspor CPO 2015 mampu menyamai migas yang selama puluhan tahun menjadi penyumbang devisa terbesar Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo sawit kelapa sawit musi banyuasin CPO Fund
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top