Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPDP Mulai Salurkan Dana Peremajaan Sawit untuk Petani di Riau

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit mulai melakukan peremajaan atau replanting perkebunan sawit rakyat dengan menyalurkan dana bantuan Rp6,75 miliar kepada 135 petani kelapa sawit di Riau.
Asep Dadan Muhanda
Asep Dadan Muhanda - Bisnis.com 21 April 2016  |  08:07 WIB
BPDP Mulai Salurkan Dana Peremajaan Sawit untuk Petani di Riau
Penyaluran dana bantuan sawit oelh Direktur Utama BPDP Bayu Krisnamurthi didampingi Managing Director Asian Agri Kelvin Tio dan dari manajemen Bank Syariah Mandiri di Riau Rabu (20/4) - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, SIAK—Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit mulai melakukan peremajaan atau replanting perkebunan sawit rakyat dengan menyalurkan dana bantuan  Rp6,75 miliar kepada 135 petani kelapa sawit di Riau. 

Direktur Utama BPDP Sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan setelah melalui proses panjang akhirnya dana bantuan sudah ditransfer langsung kepada rekening para petani dan mulai bisa dicarikan sesuai jadwal peremajaan. 

“Hari ini (Rabu 20/4) para petani sudah resmi menerima dana bantuan di rekening masing-masing. Dananya hanya bisa dicairkan sesuai kebutuhan dan jadwal replanting,” katanya saat penanaman perdana peremajaan kelapa sawit melalui dana bantuan BPDP, di Kabupaten Siak Provinsi Riau, Rabu (20/4) 

Penanaman perdana peremajaan sawit dilakukan di lahan petani yang tergabung dalam KUD Mulus Rahayu di Desa Delima Jaya, Kabupaten Siak yang merupakan mitra kelompok usaha Asian Agri.

Para petani menerima bantuan dana masing-masing Rp25 juta. Petani yang dibantu hanya yang mempunyai lahan kurang dari 4 hektare per kepala keluarga. Adapun sisa kebutuhan dana yang mencapai Rp61 juta per hektare akan dibiayai Bank Syariah Mandiri. Total pembiayaan untuk kelompok tani tersebut mencapai Rp16,48 miliar.

Bayu menjelaskan pada tahun ini, terdapat tujuh proyek dalam 4.200 hektare perkebunan sawit yang telah siap untuk melakukan replanting. Dari angka luas lahan itu, sebagian besar berada di Sumatera Selatan dan Riau.  Dia mengatakan diperlukan dukungan dan sinergi semua pemangku kepentingan dalam program peremajaan kebun kelapa sawit. Selain menggandeng pemerintah daerah dan, petani, program ini juga tetap membutuhkan dukungan dari pihak perbankan, di samping mitra termasuk perusahaan, perguruan tinggi dan LSM yang akan membantu mengelola perkebunan sawit yang berkelanjutan.     

”Kelapa sawit adalah sektor unggulan yang menghasilkan devisa terbesar bagi ekonomi Indonesia. Namun kondisi yang sudah berusia lebih dari 25 tahun akan perlu diremajakan untuk memastikan tingkat produktivitas sesuai dengan kebutuhan industri, kelangsungan industri sawit serta untuk meningkatkan kesejahteraan petani maupun masyarakat.” 

Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio mengatakan kemitraan dengan petani plasma telah terjalin selama 29 tahun,  dan program peremajaan kebun kelapa sawit hari ini merupakan komitmen Asian Agri dan petani plasma yang akan berlanjut di tahap berikutnya, untuk satu siklus penanaman.

“Ini merupakan bentuk nyata keberhasilan kemirtraan private public partnership dalam industri kelapa sawit Indonesia,” ujarnya. 

Dia mengatakan tahun ini Asian Agri berencana mendampingi peremajaan kebun petani sawit rakyat seluas 2.402 hektar. Adapun tahun depan aka nada 4.000 hektare lahan petani  di Riau dan 600 hektare di Jambi yang akan ikut didampingi untuk peremajaan. 

Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring menambahkan kebutuhan peremajaan sawit sangat tinggi untuk meningkatkan produktivitas dari saat ini rata-rata 10 ton per hektare menjadi di atas 20 ton per hektare. Namun, beberapa petani masih ragu sehingga masih ada yang menunggu dan belum melakukan peremajaan. 

“Dengan dana bantuan ini, kami dapat membantu memantapkan hati petani yang belum memutuskan ikut peremajaan sawit, untuk mengambil keputusan untuk meremajakan kebunnya tanpa ragu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Asep Dadan Muhanda
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top