Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Blok Masela: Bila Inpex Kabur, BUMN Siap Kelola Kata Menteri Rini

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, BUMN siap mengelola Blok Masela, bila investor yang ada tidak lagi menunjukkan minat untuk melakukan pengelolaan di ladang migas tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Maret 2016  |  13:46 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno - Antara
Menteri BUMN Rini Soemarno - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, BUMN siap mengelola Blok Masela, bila  investor yang ada tidak lagi menunjukkan minat untuk melakukan pengelolaan di ladang migas tersebut.

"Insya Allah (BUMN siap), kami berharap begitu tetapi masih belum tahu," kata Menteri Rini di sela-sela acara Gerakan Penanaman 10.000 Pohon di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (26/3/2016).

Menurut Rini, masih belum mengetahui, karena saat ini ada investor lain di luar BUMN yang memegang kontrak pengelolaan ladang migas yang terletak di Provinsi Maluku tersebut.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Iskan Qolba Lubis menginginkan pengelolaan Blok Masela sebaiknya diserahkan kepada badan usaha milik negara (BUMN) bagi kepentingan masyarakat seluas-luasnya.

"Kepentingan rakyat akan lebih terjamin jika pengelolaan diberikan kepada BUMN, bukan kepada asing. Jadi, bukan pada soal lokasi di darat atau laut," kata Iskan Lubis.

Menurut dia, sesuai amanat perundang-undangan, BUMN memiliki kewenangan untuk sepenuhnya mengelola energi di dalam negeri.

Amanat

Sebagaimana diwartakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meyakini kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Blok Masela, Inpex Corporation, tidak akan lari dari proyek di Laut Arafura, Maluku, tersebut.

Menurut Rizal, kontraktor asal Jepang itu telah menghabiskan dana hingga 2 miliar dolar AS untuk melakukan eksplorasi di ladang gas terbesar Indonesia itu.

"Memang ada yang menakut-nakuti kalau Inpex bakal kabur. Ya enggaklah (tidak kabur), mereka kan sudah habiskan 2 miliar dolar AS untuk riset, sudah dapat tambang emas untuk 70 tahun," katanya di sela pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, ladang gas abadi di Blok Masela menarik banyak minat investor lainnya.

"Kalau mau kabur ya enggak apa-apa, yang antre banyak," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok masela

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top