Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI SEKTOR JASA: Ketika Taipan Melirik Kota Gadis

Pengusaha Chairul Tanjung kian menancapkan kuku di bisnis taman bermain dalam ruangan (indoor theme park) di daerah. Setelah Makassar dan Bandung, kali ini CT menyasar Madiun.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 23 Maret 2016  |  15:46 WIB
Tak hanya CT, menurut Wali Kota Bambang, taipan pemilik grup Central Cipta Murdaya, Murdaya Poo, juga tertarik mendirikan rumah sakit internasional.  - Bisnis.com
Tak hanya CT, menurut Wali Kota Bambang, taipan pemilik grup Central Cipta Murdaya, Murdaya Poo, juga tertarik mendirikan rumah sakit internasional. - Bisnis.com

Bisnis.com, MADIUN - Pengusaha Chairul Tanjung kian menancapkan kuku di bisnis taman bermain dalam ruangan (indoor theme park) di daerah. Setelah Makassar dan Bandung, kali ini CT menyasar Madiun.

Menurut Wali Kota Madiun Bambang Irianto, CT telah menyampaikan minat secara langsung pekan lalu. Dalam waktu dekat, tim dari Trans Studio akan datang kembali ke Kota Brem. Pemkot diminta menyediakan lahan. “Saya bilang, silakan saja. Saya punya lahan banyak. 6 Hektare saya kasih,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Selasa (22/3/2016).

Bambang tak tahu persis nilai investasi yang bakal digelontorkan oleh pendiri CT Corp, yang sebelumnya bernama Para Group itu. Namun, menurutnya, keberadaan Trans Studio akan menarik puluhan ribu wisatawan dari wilayah sekitar, termasuk Soloraya dan eks-Karesidenan Madiun, setiap tahunnya.

Imbasnya, penerimaan retribusi dan pajak daerah terdongkrak karena wisatawan menginap di hotel, makan di restoran, serta berbelanja di mal dan UMKM Kota Madiun.

Sebagai gambaran, pendirian Trans Studio Makassar di atas lahan 12,7 hektare menarik investasi Rp1 triliun. Di Kota Bandung, investasi obyek wisata serupa di atas tanah 4,2 hektare mencapai Rp2 triliun.

Sekda Kota Madiun Maidi menambahkan, Pemkot menyediakan lahan 6 hektare di dekat jalan lingkar (ring road) Madiun yang saat ini merupakan tanah bengkok milik Pemkot yang ditanami tebu. “Tidak masalah lahan tebu berkurang karena pabrik gula juga mengurangi produksinya,” ujar Maidi.

Pemkot, lanjutnya, akan menyiapkan kajian tentang jumlah penduduk Kota Madiun dan sekitarnya serta potensi jumlah kunjungan per tahun, seperti diminta oleh CT. Namun, ketika dimintai konfirmasi, Menko Perekonomian terakhir era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu tak membalas pesan singkat yang dikirim Bisnis.

TARGET INVESTASI

Tak hanya CT, menurut Wali Kota Bambang, taipan pemilik grup Central Cipta Murdaya, Murdaya Poo, juga tertarik mendirikan rumah sakit internasional.

Demikian pula dengan jaringan hotel berbintang mulai dari bintang tiga hingga bintang empat, seperti Ibis, Swiss Bel, dan Harris. “Ibis mau masuk, izin sudah jadi, tinggal pelaksanaan [konstruksi]. Kalau Swiss Bel, saya tidak tahu tahun ini atau tahun depan,” ungkap Maidi.

Jika seluruh minat investasi itu diwujudkan tahun ini, Pemkot yakin realisasi tahun ini bakal dua atau tiga kali lipat dari pencapaian tahun lalu.

Seperti diketahui, realisasi penanaman modal langsung Kota Madiun tahun lalu Rp1,5 triliun, melesat dari hanya Rp61,9 miliar pada 2013. Sebagian besar realisasi disumbang oleh sektor perdagangan, hotel, dan tempat hiburan (Bisnis, 29/2).

Aliran investasi yang deras dalam tempo dua tahun terakhir itu ikut membuat harga tanah di Kota Gadis (perdagangan, pendidikan, dan industri) itu merangkak. Maidi menyebutkan, harga tanah dua tahun lalu masih Rp300.000—Rp400.000 per m2, tetapi kini sudah mencapai Rp1,5 juta—Rp2 juta per m2.

Pemkot menawarkan aturan pajak daerah yang fleksibel. “Kadang mereka [investor] minta diskon pajak reklame, pajak penerangan, pajak restoran. Kalau investasi sudah berjalan, Pak Wali bisa memberikan itu,” ujar Maidi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chairul tanjung

Sumber : Bisnis Indonesia, Rabu (23/3/2016)

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top