Jabar Terapkan Proses Perizinan 3 Jam di Sektor Perikanan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengadopsi program Kemudahan Izin Langsung Konstruksi (Klik) dengan durasi 3 jam pada sektor perikanan.
Adi Ginanjar Maulana & Wisnu Wage | 02 Maret 2016 17:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengadopsi program Kemudahan Izin Langsung Konstruksi (Klik) dengan durasi 3 jam pada sektor perikanan.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar Dadang Masoem mengatakan pihaknya masih butuh waktu untuk menerapkan program pemerintah pusat ini. Meski Jabar sudah menandatangani kesepakatan dengan pusat. “Mestinya memang tidak ada lagi hambatan. Tapi kami masih butuh waktu,” katanya, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya waktu dibutuhkan karena pihaknya harus menyeleraskan terlebih dahulu dengan kabupaten/kota terkait perizinan yang bisa ditangani dengan durasi waktu hanya 3 jam oleh provinsi.

Meski program Klik adalah program pusat, Jabar berupaya turut melakukan terobosan serupa. “Kita ingin izin yang kewenangan provinsi juga bisa tiga jam terutama di sektor perikanan,” ujarnya.

Pengembangan terobosan perizinan cepat ini kemungkinan akan dilakukan pada sektor yang tidak terkait tata ruang maupun lahan seperti perikanan dan trayek angkutan. Pada 8 Maret 2016, Pemprov Jabar berencana merilis kemudahan memproses Izin Penangkapan Ikan (IPI) hanya 3 jam. “Khusus perikanan, ini program inisiatif Jabar,” cetusnya.

Pengurusan SIPI biasanya dikerjakan oleh BPMPT paling cepat dua pekan, kini akan diperbaharui menjadi 3 jam. Dadang memastikan SIPI lebih mudah diadopsi seperti Klik karena tidak ada persoalan yang menyangkut tata ruang.

“Ini sudah disinkronkan dengan kabupaten, jadi kewenangan di perikanan ini bisa 3 jam. Nanti pusat diharapkan bisa buka gerai perizinan juga di sana,” katanya.

Dia berharap jika proyek pilot 3 jam sukses diterapkan pada penangkapan ikan, pihaknya bersama dinas lain akan membahas bidang apa saja yang bisa mengadopsi layanan cepat ini.

Selain itu keluhan pengusaha soal masih panjangnya persyaratan pengajuan perizinan juga akan turut dipangkas. “Itu birokrasi dan aturan memang panjang, kita kurangin sekarang mana saja,” paparnya.

Salah satu percepatan yang dilakukan adalah seluruh perizinan yang masuk dalam kewenganan provinsi kini sudah tidak lagi ditandatangani oleh Gubernur melainkan BPMPT.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan Jabar sudah seirama dengan pusat soal kemudahan investasi. “Itu mulai akhir Februari. Namun durasinya masih paling lama 14 hari,” ujarnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengakui menerapkan program kemudahan izin investasi dalam waktu 3 jam di provinsinya tidaklah mudah. Apalagi jika perizinan terkait penggunaan lahan dan tata ruang karena butuh pembuktian lapangan sebelum izin dikeluarkan.

“Tiga jam itu hanya mungkin dilakukan kawasan industri. Kalau di luar kawasan itu tidak mungkin,” katanya.

Menurutnya jika menyangkut lahan, ada sejumlah peraturan yang harus diidentifikasi, selain itu ada pula apakah status lahan tersebut masuk zona merah atau bukan. Detail seperti ini, ujarnya,  tidak bisa diproses cepat karena pihaknya harus menerjunkan tim. “Untuk tiga jam selesai 8 perizinan terwakili oleh lima kawasan industri,” katanya.

Heryawan mendapatkan informasi saat ini program Klik sudah dijalankan kawasan industri. Meski tidak akurat 3 jam, namun kecepatan yang diharapkan para investor sudah sesuai.

 

Tag : perizinan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top