KONFLIK LAHAN: Komunitas Dayak Meratus Kirim Surat ke KLHK

Komunitas Adat Dayak Meratus, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan mengirimkan surat ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait penggusuran lahan mereka oleh perusahaan karet.
Anugerah Perkasa | 02 Maret 2016 09:29 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Komunitas Adat Dayak Meratus, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan mengirimkan surat ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait penggusuran lahan mereka oleh perusahaan karet.

Komunitas Dayak Meratus itu berada di Balang Tuyang dan Alut, Desa Gunung Raya, Kabupaten Tanah Bumbu. Perusahaan karet, PT Johnlin Agro Mandiri, dinilai telah menggusur kebun, ladan dan kuburan nenek moyang milik masyarakat.

"Diperkirakan ada lebih dari 500 hektar lahan yang telah digusur oleh perusahaan tersebut, termasuk di dalamnya ratusan pekuburan dari para tetua dan leluhur Masyarakat Adat Dayak Meratus yang dimusnahkan," demikian keterangan mereka dalam situs Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang dikutip Bisnis.com, Rabu (2/3/2016).

Awalnya, masyarakat sudah meminta pemetaan bersama dengan mengeluarkan wilayah adat dari konsesi perusahaan. Namun, perusahaan pada Februari lalu tetap membuka lahan tanpa mempertimbangkan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Dalam keterangan resminya, perusahaan itu adalah anak perusahaan dari Jhonlin Group yang bergerak di sektor agribisnis. Saat ini mengelola 13.090 hektare perkebunan karet dan hutan tanaman industri.

Perusahaan tersebut memiliki visi untuk membangun usaha perkebunan dengan pola yang lebih terencana dan berkesinambungan.

Hal itu sebagai salah satu upaya untuk mengubah pandangan masyarakat Tanah Bumbu untuk tak mengandalkan batu bara sebagai sandaran perekonomian.

Tag : lahan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top