Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Jagung untuk Pakan Ternak di Jatim Kembali Normal

Harga jagung di tingkat peternak ayam di Jawa Timur kembali normal setelah Bulog mengaktifkan operasi pasar sejak awal bulan ini.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 26 Februari 2016  |  19:11 WIB
Harga Jagung untuk Pakan Ternak di Jatim Kembali Normal
Biji jagung - Ilustrasi/jibiphoto
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Harga jagung di tingkat peternak ayam di Jawa Timur kembali normal setelah Bulog mengaktifkan operasi pasar sejak awal bulan ini.

Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Jatim Kholiq mengatakan harga jagung lokal kini Rp3.800 per kg, turun drastis dari posisi sebelum OP Rp6.200 per kg.

Bulog sejak 1 Februari menggelar OP jagung dengan membanderol harga Rp3.600 per kg menyusul lonjakan harga jagung di atas Rp5.000 per kg yang mengerek harga pakan ternak dan pada gilirannya harga telur dan daging ayam ras.

"Satu minggu setelah OP, harga jagung berangsur turun," kata Kholiq saat dihubungi, Jumat (26/2/2016).

Kholiq mengatakan peternak ayam petelur (layer) lebih terpengaruh kenaikan harga jagung ketimbang peternak ayam pedaging (broiler). Pasalnya, peternak ayam pedaging menggunakan pakan olahan pabrik dengan sensitivitas tak terlalu tinggi terhadap pergerakan harga jagung.

Sebaliknya, ayam petelur membutuhkan jagung lebih banyak untuk campuran pakan. Adapun 95% biaya produksi peternakan ayam petelur disumbang oleh biaya pakan.

Kholiq menuturkan, peternak skala kecil dengan jumlah ayam 2.000-3.000 ekor biasanya meminta bantuan asosiasi untuk mengajukan usulan kepada Dinas Peternakan dan Bulog agar memperoleh jagung murah.

Sementara itu, hingga pekan ini, Bulog telah mengguyur 7.300 ton jagung kepada produsen pakan ternak (feedmill) menengah dan kecil serta peternak ayam di Jatim.

"Sepanjang ada rekomendasi dari asosiasi peternak ayam, Bulog siap saja," ujar Kepala Perum Bulog Divre Jatim Witono.

Bulog Jatim selain melakukan pembelian melalui pengalihan jagung impor swasta 115.986 ton, juga mendapat kuota impor 20.000 ton dari rencana 60.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga jagung
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top