Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Daesang Co. Dirikan Pabrik Pemanis Buatan di Jatim US$40 Juta

Daesang Corporation, induk usaha PT Miwon Indonesia, akan melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia dengan mendirikan pabrik pemanis buatan di Jawa Timur.
Jagung sebagai bahan baku pemanis buatan/Antara
Jagung sebagai bahan baku pemanis buatan/Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Daesang Corporation, induk usaha PT Miwon Indonesia, akan melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia dengan mendirikan pabrik pemanis buatan di Jawa Timur.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim Lili Soleh Wartadipradja mengatakan instansinya telah mengeluarkan izin prinsip untuk ekspansi perusahaan asal Korea Selatan itu. Nilai investasinya sekitar US$40 juta. "Mereka memilih lokasi di Gresik atau Tuban, lokasi yang dekat dengan pelabuhan," katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku sweetener itu berupa jagung yang akan diimpor dan hasilnya bakal diekspor.

Perusahaan asal Korsel lainnya yang akan berinvestasi adalah Aju Corporation dengan mendirikan pabrik tiang pancang. Lokasi pabrik akan berada di Gresik atau Surabaya yang dekat dengan pelabuhan dan sumber bahan baku, yakni semen dari Semen Gresik atau Holcim. Perusahaan itu akan menanamkan modal US$80 juta.

"Aju berencana memasarkan sebagian besar produknya di pasar domestik karena potensi pembangunan apartemen dan pabrik yang besar di Indonesia," tutur Lili.

Tahun ini, Pemprov Jatim mengincar realisasi investasi Rp160 triliun tumbuh 25% dari pencapaian tahun lalu di tengah penurunan performa penanaman modal provinsi itu selama dua tahun berturut-turut.

Perinciannya, penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp70 triliun, serta PMDN nonfasilitas (UMKM) Rp90 triliun.

Lili mengatakan target itu didasarkan pada penerbitan izin prinsip selama 2015 yang melesat 55,1% menjadi Rp171,5 triliun.

Sepanjang tahun lalu, BPM telah menerbitkan izin prinsip untuk 223 proyek PMA senilai Rp130,3 triliun, 495 proyek PMDN senilai Rp41,2 triliun, dengan total penyerapan tenaga kerja 56.924 orang.

"Kami akan terus mengejar calon investor yang sudah mengantongi izin prinsip agar merealisasikan investasinya," ujarnya.

Realisasi investasi Jawa Timur tahun lalu turun 11,6% menjadi Rp128,2 triliun pada 2015 akibat perlambatan global dan penurunan daya saing.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sri Mas Sari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper