RNI Resmikan Pengembangan Pabrik Teh Hijau Terbesar di Asean

PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) meresmikan proyek pengembangan pabrik teh hijau terbesar di Asia Tenggara yang dioperasikan PT Mitra Kerinci, anak usaha Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 4 Januari 2015.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 05 Januari 2016  |  20:38 WIB
RNI Resmikan Pengembangan Pabrik Teh Hijau Terbesar di Asean
Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), B.Didik Prasetyo (kiri)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) meresmikan proyek pengembangan pabrik teh hijau terbesar di Asia Tenggara yang dioperasikan PT Mitra Kerinci, anak usaha Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 4 Januari 2015.

Pabrik teh hijau Liki Mitra Kerinci yang berlokasi di Sangir, Solok Selatan, Sumatra Barat tersebut memiliki kapasitas pengolahan 60 ton pucuk basah per hari.

Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), B.Didik Prasetyo meminta manajemen Mitra Kerinci untuk menaikkan kapasitas pengolahan pabrik menjadi 80 ton pucuk basah per hari guna mengantisipasi tingginya permintaan produk teh hijau Liki di pasar domestik maupun ekspor.

"Kinerja Mitra Kerinci di sepanjang 2015 cukup membanggakan. Dengan perolehan pucuk basah sebesar 18.874 ton dan tingkat produktivitas sebesar 3.69 ton per hektar, Mitra Kerinci saat ini menjadi perkebunan dengan tingkat produktivitas tertinggi. Perolehan produksi ini merupakan perolahan tertinggi sepanjang perusahaan berdiri. Memecahkan rekor produksi, penjualan dan harga penjualan tertinggi, prestasi ini adalah prestasi yang luar biasa," kata Didik Prasetyo, Selasa (5/1/2016).

Didik meminta torehan prestasi tersebut tidak membuat manajemen dan karyawan Mitra Kerinci cepat berpuas diri dan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar dapat menjadi ikon teh Indonesia, sejajar dengan the Ceylon dan Assam dari India dan Srilanka.

Mitra Kerinci merupakan anak perusahaan RNI yang mengelola sekitar 2.025 hektar perkebunan dan pabrik pengolahan teh Liki di Sangir, Solok Selatan, Sumbar.

Perkebunan Liki pertama kali dibangun oleh kolonial Belanda pada 1940 dan dikelola menjadi anak perusahaan RNI mulai tahun 1990.

Karakter tanahnya yang unik, berada di antara zona kering dan basah pada ketinggian 600 – 1100 m di atas permukaan laut, membuat teh dari perkebunan Liki memiliki kualitas yang tinggi, quick brewing, kadar tannin yang tinggi, seduhan warna yang menarik dan berkarakter rasa sepet yang kuat.

Teh hasil dari perkebunan Liki memiliki komposisi tannin terbesar dibanding seluruh perkebunan teh lainnya di Indonesia, yakni sebanyak 18%. Tannin ini merupakan zat anti oksidan yang tinggi sekaligus memperkuat rasa teh itu sendiri.

Kini perkebunan teh Liki berhasil menghasilkan 17 juta kg daun teh segar setiap tahunnya yang diolah menjadi 5,5 juta kg teh untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rajawali nusantara indonesia, rni, teh hijau

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top