Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEBAS VISA: Kemenaker Waspadai Maraknya Pekerja Asing Ilegal

Kementerian Ketenagakerjaan semakin was-was dengan maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal setelah dikeluarkannya bebas visa kunjungan untuk 84 negara.n
Tenaga kerja asing di sebuah pabrik./Ilustrasi
Tenaga kerja asing di sebuah pabrik./Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Ketenagakerjaan semakin was-was dengan maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal setelah dikeluarkannya bebas visa kunjungan untuk 84 negara.

Dengan demikian, hingga saat ini terdapat 174 negara yang diberikan bebas visa kunjungan. Banyaknya negara yang mendapatkan fasilitas ini dikhawatirkan akan memicu arus pekerja asing ilegal.

"Itu konsekuensinya. Bebas visa akan mendatangkan pekerja asing ilegal," kata Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan Muji Handaya, Selasa (22/12/2015).

Selama satu tahun terakhir pemerintah telah memulangkan sejumlah TKA ilegal, antara lain sebanyak 69 orang yang bekerja di Kalimantan, 160 bekerja di Sukabumi, serta sebanyak 80 TKA bekerja di Tangerang.

Angka itu baru yang terdeteksi oleh tim pengawas, baik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun Kementerian Hukum dan HAM. Pemerintah mengakui jumlah riil TKA ilegal jauh lebih besar.

"TKA ilegal ini tantangan. Satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan pengawasan dan koordinasi baik di tingkat pusat maupun lapangan," ujarnya.

Adapun jumlah yang legal, pada periode Januari-Agustus 2015 jumlah pekerja asing yang masuk ke Indonesia mencapai 54.953 orang yang terdiri dari sektor pertanian (5.399), industri (16.969), serta perdagangan dan jasa (32.585).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Tegar Arief

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper