Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BEBAS VISA: Kemenaker Waspadai Maraknya Pekerja Asing Ilegal

Kementerian Ketenagakerjaan semakin was-was dengan maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal setelah dikeluarkannya bebas visa kunjungan untuk 84 negara.n
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 22 Desember 2015  |  18:32 WIB
Tenaga kerja asing di sebuah pabrik. - Ilustrasi
Tenaga kerja asing di sebuah pabrik. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Ketenagakerjaan semakin was-was dengan maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal setelah dikeluarkannya bebas visa kunjungan untuk 84 negara.

Dengan demikian, hingga saat ini terdapat 174 negara yang diberikan bebas visa kunjungan. Banyaknya negara yang mendapatkan fasilitas ini dikhawatirkan akan memicu arus pekerja asing ilegal.

"Itu konsekuensinya. Bebas visa akan mendatangkan pekerja asing ilegal," kata Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan Muji Handaya, Selasa (22/12/2015).

Selama satu tahun terakhir pemerintah telah memulangkan sejumlah TKA ilegal, antara lain sebanyak 69 orang yang bekerja di Kalimantan, 160 bekerja di Sukabumi, serta sebanyak 80 TKA bekerja di Tangerang.

Angka itu baru yang terdeteksi oleh tim pengawas, baik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun Kementerian Hukum dan HAM. Pemerintah mengakui jumlah riil TKA ilegal jauh lebih besar.

"TKA ilegal ini tantangan. Satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan pengawasan dan koordinasi baik di tingkat pusat maupun lapangan," ujarnya.

Adapun jumlah yang legal, pada periode Januari-Agustus 2015 jumlah pekerja asing yang masuk ke Indonesia mencapai 54.953 orang yang terdiri dari sektor pertanian (5.399), industri (16.969), serta perdagangan dan jasa (32.585).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tka bebas visa
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top