Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta Kelebihan Kamar Hotel

Konsultan properti internasional Cushman & Wakefield menyatakan di Jakarta telah terjadi kelebihan pasokan kamar hotel namun hal tersebut disayangkan tidak diikuti dengan pertumbuhan permintaan dari pihak konsumen.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 10 Desember 2015  |  23:59 WIB
Ilustrasi-Hotel - Jibiphoto/Sunaryo Haryo Bayu
Ilustrasi-Hotel - Jibiphoto/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA --  Konsultan properti internasional Cushman & Wakefield menyatakan di Jakarta telah terjadi kelebihan pasokan kamar hotel namun hal tersebut disayangkan tidak diikuti dengan pertumbuhan permintaan dari pihak konsumen.

"Industri perhotelan di Jakarta telah mengalami kelebihan pasokan dimana pertumbuhan industri tidak diikuti dengan pertumbuhan permintaan," kata Head of Research Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Menurut Arief Rahardjo, perlambatan perekonomian tersebut juga menyebabkan permintaan untuk hotel menurun.

Selain itu, ujar dia, hingga kuartal pertama di tahun 2015, peraturan pemerintah yang melarang pegawai negeri untuk melaksanakan pertemuan atau seminar di hotel, juga turut memberikan dampak pada bisnis perhotelan.

"Rata-rata tingkat hunian dari seluruh segmen pasar perhotelan diproyeksikan masih menurun karena tingginya pasokan yang sudah terjadi sejak tahun 2012," katanya.

Ia memaparkan tingkat hunian hingga akhir tahun 2015 pada hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5 adalah masing-masing sebesar 60,8 persen, 64 persen dan 63,7 persen.

Sedangkan selama tahun 2015, lanjutnya, kurang lebih ada sekitar 2.900 kamar dari hotel bintang 3 sampai bintang 5 telah dibangun di Jakarta.

Berdasarkan data Cushman & Wakefield, harga kamar rata-rata pada akhir tahun 2015 mencapai Rp410.800, Rp833.000 dan Rp1.848.000 per malam, masing-masing untuk hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5.

"Meskipun kondisi ekonomi kurang baik, industri perhotelan masih dianggap potensial oleh para pengembang. Hal ini dapat dilihat dari keputusan jaringan hotel untuk membangun hotel baru," katanya.

Dengan estimasi sebanyak 3.300 kamar hotel yang akan terbangun, maka total pasokan hotel bintang 3 sampai bintang 5 di Jakarta akan mencapai 34.900 kamar hotel pada akhir tahun 2016.

Pada tahun 2016, hotel bintang 4 diperkirakan akan mendominasi pasar sebesar 38 persen dari total pasokan. Tingkat hunian untuk hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5 pada akhir tahun 2016 masing-masing diprediksikan akan mencapai 60,2 persen, 60,3 persen dan 63,3 persen.

"Harga kamar diperkirakan akan tetap tumbuh sebesar 8-10 persen, walaupun akan ada banyak pasokan yang masuk di tahun 2016," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perhotelan

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top