TRANSPORTASI: Trans Mebidang Diresmikan, Hanya 2 Koridor Beroperasi

Angkutan massal Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang) akhirnya resmi beroperasi. Dari total sembilan koridor yang sebelumnya direncanakan, baru dua koridor yang beroperasi pada tahap awal.
Febriany Dian Aritya Putri | 05 November 2015 15:29 WIB
Trans Mebidang - Ilustrasi

Bisnis.com, MEDAN - Angkutan massal Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang) akhirnya resmi beroperasi. Dari total sembilan koridor yang sebelumnya direncanakan, baru dua koridor yang beroperasi pada tahap awal.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Anthony Siahaan memperinci, kedua koridor tersebut yakni Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai dengan total 30 bus. 

"Selanjutnya, kami masih terus mengembangkan tujuh koridor lainnya agar segera beroperasi. Keseluruhan koridor nantinya akan membentuk jaringan pelayanan angkutan massal yang bisa mengurangi kemacetan," paparnya di sela-sela peresmian, Kamis (5/11/2015).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah membangun 12 unit halte di Deli Serdang, delapan halte di Binjai, dan 18 halte di Medan.

Pembangunan halte meliputi revitalisasi halte yang sudah ada dan pembangunan baru. Operasional Trans Mebidang kedua koridor dilakukan oleh Perum Damri.

"Kami akan terus menambah jumlah halte, sesuai hasil evaluasi. Jika dibutuhkan."

Adapun, untuk koridor pertama yakni Medan-Lubuk Pakam memiliki rute berangkat Pusat Pasar, Jalan Asia, Jalan Pandu, Jalan Sisingamangara, Jalan Medan, Tanjung Morawa, dan Terminal Lubuk Pakam.

Untuk rute kembali yakni Terminal Lubuk Pakam, Jalan Sisingamangaraj, Jalan Rahmadsyah, Jalan Sutomo, Jalan MT Haryono dan Pusat Pasar.

Sementara itu untuk koridor kedua, Medan-Binjai, memiliki rute berangkat yakni Terminal Binjai, Jalan Medan, Binjai, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, Jalan Bukit Barisan, Jalan Stasiun KA, Jalan MT Haryono dan Pusat Pasar.

Untuk rute kembali yakni Pusat Pasar, Jalan Sutomo, Jalan Prof. M. Yamin, Jalan Putri Hijau, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Medan, Binjai, dan Terminal Binjai.

Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyebutkan, saat ini operasional angkutan massal Trans Mebidang sangat diperlukan untuk mengantisipasi tekanan urbanisasi. Pasalnya, pertumbuhan penduduk di Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Karo terus meningkat. 

"Pertumbuhan penduduk ini memang memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah pinggiran sebagai tempat tinggal mereka. Namun di sisi lain, kondisi ini menuntut adanya sarana transportasi yang juga mampu mengikuti pertumbuhan tersebut," ucap Erry.


Tag : transportasi massal
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top