Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terpuruk, Peternak Susu Butuh Payung Hukum

Kalangan pengamat sektor peternakan menilai pemerintah harus segera menyusun payung hukum untuk membangkitkan industri persusuan nasional yang kini tengah terpuruk.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 22 Oktober 2015  |  18:34 WIB
Terpuruk, Peternak Susu Butuh Payung Hukum
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis - Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah diminta segera menyusun payung hukum untuk membangkitkan industri persusuan nasional yang kini terpuruk.

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan payung hukum persusuan nasional tersebut juga diharapkan dapat menekan volume impor susu Indonesia yang nilai setiap tahunnya mencapai USS1,3 miliar.

“Perhitungan pada 2013 itu nilai impor raw material yang kita impor nilainya mencapai USS1,3 miliar. Ke depannya mungkin meningkat karena produksi susu kita masih rendah,” ungkap Teguh saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (22/10).

Teguh mengatakan payung hukum persusuan nasional merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menyejahterakan peternak sapi perah di dalam negeri. Secara spesifik, regulasi tersebut harus mengatur mengenai proteksi industri susu, fasilitas investasi, hingga asuransi untuk peternak.

“Indikator kemunduran usaha peternakan sapi perah rakyat ditunjukkan dengan menurunnya populasi sapi perah. Pada sensus pertanian 2013, jumlah sapi perah betina dalam negeri 300.000 ekor, turun dari jumlah pada 2011 yaitu 450.000 ekor,” ujar Teguh.

Teguh menekankan produksi susu segar pun terbilang stagnan yaitu 1800 ton per hari. Hal tersebut diperparah dengan masifnya pemotongan sapi betina perah produktif dalam 2 tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi susu
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top