Ini Strategi GO-BOX Kuasai Pasar Jakarta, Bandung, Surabaya, & Bali

Aplikasi layanan antar-jemput GO-JEK meluncurkan layanan barunya GO-BOX yang menawarkan jasa angkut dan antar barang lebih murah 20%-30% dibanding truk ekspedisi konvensional.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  18:26 WIB
Bisnis.com, Jakarta--Aplikasi layanan antar-jemput GO-JEK meluncurkan layanan barunya GO-BOX yang menawarkan jasa angkut dan antar barang lebih murah 20%-30% dibanding truk ekspedisi konvensional.
 
Head of GO-BOX Raditya P Wibowo mengatakan tarif GO-BOX lebih murah karena perjalanan jarak jauh di atas 25 km akan dikenakan lebih murah.
 
Dia menyebutkan untuk mobil pick up, kilometer pertama dikenai tarif Rp7.000/km dan Rp4.000/km setelah 25 km. Untuk mobil box, tarif sebesar Rp9.000/km dan Rp4.500/km setelah melewati 25 km. GO-BOX secara resmi beroperasi di empat kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
 
"Untuk perjalanan lintas pulau, kami fokus di Jawa-Bali. Untuk promo, konsumen akan memperoleh potongan harga sebesar 20%," katanya usia Lauching GO-BOX di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (7/10/2015).
 
GO-BOX juga berkolaborasi dengan penyedia layanan logistik dan pemilik mobil bak, mobil boks, dan truk engkel. Dia mengatakan saat ini sudah ada 85 perusahaan logistik yang melakukan kerjasama dengan GO-BOX. Sementara itu, pemilik atau pengemudi angkutan barang yang sudah terdaftar mencapai 3.500 orang tersebar di empat kota.
 
Dia menuturkan kehadiran GO-BOX merupakan bagian upaya untuk memecahkan permasalahan logistik dimana kerap ditemui angkutan barang mengalami kekosongan pada saat arah balik setelah mengantar barang.
 
"Ini dapat meningkatkan utilisasi pemilik mobil barang. Sopir freelance juga kita bantu. Saat ini kan yang terjadi spare kapasitas enggak dihubungkan secara langsung dengan demand-nya," ujarnya.
 
Selain itu, GO-BOX dapat melakukan penjemputan atau pengiriman barang ke 15 titik sekaligus. Satu unit angkutan yang disewa oleh konsumen hanya diperuntukan bagi barang milik pemesan dan tidak tercampur dengan barang konsumen lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis ekspedisi, Go-Jek

Editor : Bastanul Siregar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top