Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Jonan Klaim Tingkat Laka Transportasi Turun

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan sepanjang tahun 2015 ini adanya penurunan tingkat kecelakaan transportasi baik darat, laut, udara maupun perkeretaapian. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk lebih meningkatkan keselamatan pengguna transportasi.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 21 September 2015  |  00:34 WIB
Menhub Jonan Klaim Tingkat Laka Transportasi Turun
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kanan) didampingi Dirut Karoseri Laksana Iwan Arman (kiri) memeriksa fasilitas bus rapid transit (BRT) saat meninjau kesiapan perusahaan perakitan bus yang akan mengerjakan program pengadaan 1.000 unit bus BRT di Ungaran, Kab. Semarang, Jateng. - Antara/R. Rekotomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengklaim sepanjang tahun 2015 ini adanya penurunan tingkat kecelakaan transportasi baik darat, laut, udara maupun perkeretaapian. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk lebih meningkatkan keselamatan pengguna transportasi.

Jonan mengatakan penurunan tingkat kecelakan itu mencapai 20%-30%. “Dalam delapan bulan pertama, tingkat kecelakaan lalu lintas turun cukup signifikan antara 20%-30%,” ungkapnya dalam situs resminya, Minggu (20/9).

Dia menambahkan pihaknya akan selalu menekankan masalah keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam transportasi.

”Kementerian Perhubungan selalu mencanangkan yang utama dalam transportasi adalah keselamatan,” tegasnya.

Untuk transportasi darat, lanjutnya, pihaknya berupaya memperbaiki sarana transportasi publik, sehingga menjadi aman dan nyaman. Inilah yang digaungkan rencana peningkatan anggaran pembuatan rambu-rambu di jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Kemenhub.

“Banyak jalan nasional yang tidak ada rambu lalu lintasnya. Kita akan perbanyak rambunya,” paparnya.

Begitu juga di moda transportasi udara, pemerintah hendak melakukan perbaikan navigasi penerbangan untuk mengatur lalu lintas udara. Untuk laut, Syahbandar memiliki tanggung jawab dalam memutuskan apakah kapal bisa berlayar atau tidak dalam kondisi cuaca apapun.

“Pengoperasian kapal yang ada di wilayahnya juga menjadi tanggung jawab Syahbandar. Apakah kapal tersebut layak jalan atau tidak,” katanya.

Sedangkan untuk transportasi kereta api (KA), dilakukan perbaikan persinyalan dan sarana KA yang menjadi parameter keselamatan moda transportasi KA. “Jika ada kecelakaan KA merenggut satu korban jiwa saja tandanya pekerjaan lain tidak ada gunanya. Rapat–rapat juga tidak ada gunanya,” tutup Jonan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top