Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengembangan PLTN Berbahan Thorium di Babel Diprediksi Timbulkan Konflik Kepentingan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) Yan Megawandi menyatakan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di daerahnya akan terbentur banyak konflik kepentingan.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 21 September 2015  |  14:42 WIB
Pengembangan PLTN Berbahan Thorium di Babel Diprediksi Timbulkan Konflik Kepentingan
Ilustrasi - youtube/zeropointfuel
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG--Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) Yan Megawandi menyatakan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di daerahnya akan terbentur banyak konflik kepentingan.

Menurut Yan, akan ada tarik menarik kepentingan jika PLTN jadi dikembangkan di Indonesia, terutama dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber energi saat ini yang masih berporos pada minyak dan gas ataupun sumber energi dari fosil.

"Bisa dipetakan, siapa yang akan mendapatkan keuntungan dan mendapat kerugian jika kita punya pembangkit listrik tenaga nuklir," katanya saat ditemui Bisnis di Jatinangor, Kab.Sumedang, belum lama ini.

Sebagai gambaran, thorium sebesar bola basket dapat mengaliri listrik sebuah kota selama setahun atau menjadi bahan energi sebuah pesawat yang dapat terbang selama tiga bulan tanpa mendarat dan tanpa mengisi bahan bakar.

“Kami tidak memiliki sumber minyak, angin, gelombang ombak, atau air terjun yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Yang dapat saya informasikan, di wilayah kami thorium itu melimpah. Tetapi keputusannya, kami minta kepada nasional,” ungkapnya.

Dia memandang produk dari wilayahnya, seperti hilirisasi pertambangan, akan sangat bergantung pada biaya produksi yang turut dipengaruhi biaya energi. Apalagi, menurutnya, biaya produksi di Indonesia terbukti telah melampaui harga produksi di negara-negara Asean.

“Vietnam sudah mencanangkan pembangunan energi nuklir. Malaysia juga begitu di Serawak. Kapan Indonesia memasuki energi itu?” sebutnya.

Dalam suatu kesempatan, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin sempat mewacanakan pengembangan PLTN non-uranium, yakni reaktor nuklir yang menggunakan unsur thorium atau nuklir hijau.

Dia mengakui unsur thorium cukup banyak ditemukan di Babel. Bila gagasan ini terwujud, lanjutnya, industri lokal bisa bersaing dan tumbuh untuk pengembangan industri ke luar Jawa dalam lima tahun ke depan.

International Atomic Energy Agency (IAEA) memperkirakan bahwa potensi sumber daya thorium adalah antara tiga dan empat kali lebih banyak daripada potensi sumber daya uranium dan juga jauh lebih efisien dalam siklus bahan bakar, antara 100 dan 300 kali lebih efisien daripada reaktor standar light-water.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir pltn
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top