Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muatan Kurang, Satu Kapal Rute Lampung-Surabaya Berhenti Operasi

PT Atosim Lampung Pelayaran menarik satu unit kapal yang melayani rute tol laut Pelabuhan Panjang, Lampung, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (pp).
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 08 September 2015  |  20:46 WIB
Ilustrasi -  Kapal ferri
Ilustrasi - Kapal ferri
Bisnis.com, JAKARTA--PT Atosim Lampung Pelayaran menarik satu unit kapal yang melayani rute tol laut Pelabuhan Panjang, Lampung, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (pp).
 
Kepala PT Atosim Lampung Pelayaran Cabang Bandar Lampung Andi Kusuma mengatakan hal itu dilakukan dalam rangka efisiensi operasional akibat lesunya ekonomi sehingga menurunkan muatan truk yang diangkut.
 
KM Mutiara Sentosa I telah berhenti mengangkut muatan pada rute itu sejak awal September 2015. Dia menuturkan pengoperasian rute tol laut yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 6 Mei 2015 itu kini hanya dilakukan oleh KM Mutiara Persada III.
 
Kita mulai dengan satu kapal mulai awal September. Bisa kembali crossing dua unit kapal sampai situasi muatan membaik, katanya, Senin (7/9/2015).
 
Seperti diketahui, Atosim baru saja menambah satu unit kapal di rute pelayaran jarak pendek Lampung-Surabaya pada awal Agustus 2015. Penambahan operasional kapal itu sekaligus dapat mengurangi waktu kedatangan kapal menjadi dua hari sekali.
 
Rute tol laut ini bisa memangkas waktu perjalanan angkutan truk dimana melalui jalur darat bisa ditempuh selama empat sampai lima hari, sedangkan dengan kapal roll on-roll off (Ro-ro) ini, perjalanan Lampung ke Surabaya hanya ditempuh selama 40 jam.
 
Lebih lanjut, Andi menyebutkan muatan truk hanya sekitar 60 unit kendaraan dari kapasitas 95 unit kendaraan yang diangkut menuju Surabaya. Sementara itu, dari Surabaya, kapal hanya mengangkut truk sebanyak 30 unit.
 
Perputaran barang di Lampung sedang menurun, truk-truk seperti muat kopi, gula, dari bulan-bulan lalu sudah agak berkurang. Sebenarnya kalau secara minat, ekspedisi yang ikut kapal sudah mulai meningkat tapi karena kondisi muatan [di truk] yang lagi low, jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal tanjung perak
Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top