Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MUSIM KERING : Kebakaran Lahan Kembali Meluas di Sumatra

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berdasarkan pantauan satelit Modia pada Minggu (28/6/2015), terdapat 207 titik api di Sumatera.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 28 Juni 2015  |  18:47 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara
Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berdasarkan pantauan satelit Modia pada Minggu (28/6/2015), terdapat 207 titik api di Sumatera.
 
Dari jumlah titik api ini, 71 titik berada di Riau dengan sebaran Pelalawan (24), Rokan Hilir (18), Bengkalis (9), Indragiri Hilir (6), Dumai (5), Siak (3), Indragiri Hulu (3), dan di Kuantan Singingi, Meranti, Kampar masing-masing 1 titik api.
 
"Luas lahan terbakar [di Riau] 142 hektar. Petugas gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan relawan telah berhasil memadamkan 69 hektar. Sedangkan 73 hektar belum dapat dipadamkan. Penyebab kebakaran adalah dibakar untuk pembersihan dan pembukaan lahan," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas BNPB di Jakarta, Minggu (28/6/2015).
 
Dia menuturkan terbatasnya curah hujan di Riau juga telah menyebabkan titik api terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
 
Hujan buatan yang dilakukan BPPT bersama BNPB dan TNI AU semenjak awal pekan juga kurang efektif dikarenakan tidak tersedianya awan-awan potensial di atmosfer yang layak untuk disemai dengan bahan NaCl. Bahkan dua hari terakhir tidak dilakukan penerbangan menyemai awan.
 
Berdasarkan pola titik api tahun 2006-2014 di Sumatera-Kalimantan, jumlah titik api akan terus meningkat hingga Oktober mendatang. Puncak titik api diperkirakan pada September mendatang. "Semua unsur baik pemerintah, pemda, dunia usaha dan masyarakat untuk selalu mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan," kata Sutopo.
 
KERING
Selain itu BNPB juga mengingatkan untuk wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Papua bagian selatan, Maluku bagian Selatan dan sebagian Sulawesi Selatan akan dihinggapi cuaca kering. Rata-rata curah hujan kurang dari 100 mm per bulan. Bahkan di Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB curah hujan kurang dari 50 mm.
 
Beberapa daerah telah mengalami kekeringan seperti Purbalingga, Gunungkidul, Wonogiri, Tuban, Bojonegoro, Boyolali, Lombok Utara dan NTT. Sebagian besar wilayah di Sumatera juga kering hingga sedang. "Menurut BMKG, musim kemarau akan mencapai puncak pada September mendatang," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musim kering
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top